Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Wednesday, January 3, 2018

Puisi Awal Tahun

Selamat Datang



Oleh : Disisi Saidi Fatah

Tahun lalu sudah usai
Kini tahun baru telah dimulai
Masa lalu telah terjadi
Masa kini sedang dilalui
Masa depan sudah menanti

Selamat tinggal luka
Selamat datang cinta
Selamat jalan kisah lama
Selamat menempuh lembaran baru

Simpan demdam dan semua luka
Buka persahabatan dan perdamaian
Ikatlah kesabaran dan ketekunan
Lebih giat menuju kesuksesan 
Demi masa depan yang gemilang


Bandar Jaya, 3 Januari 2018
Share:

Saturday, December 16, 2017

KOPI PAGI

"Aku sudah tak biasa lagi dengan kemanisan itu
Yang selalu membuat tubuhku tak berdaya
Sama dengan halnya mereka,
Yang selalu berbicara manis di depan mata
Namun faktanya membuat luka"

"KOPI PAGI"

OLEH : DISISI SAIDI FATAH




Pagi ini kumulai menggerakkan jari
Mengotak-atik keyboard ponsel
Dengan segelas kopi hitam
Yang manisnya begitu melekat

Tadi ku memesan segelas kopi
Tanpa pemanis sedikitpun
Namun, kau mengira aku bercanda
Sehingga pemanis yang tadinya tak aku pesan
Tetap kau ceburkan kedalam kopi pesananku

Semenjak saat itu,
Aku sudah tak biasa lagi dengan kemanisan itu
Yang selalu membuat tubuhku tak berdaya
Sama dengan halnya mereka,
Yang selalu berbicara manis di depan mata
Namun faktanya membuat luka

Sejak saat itulah,
Aku tak percaya lagi akan manis nya
Terkadang aku lebih menyukai pahit
Yang selalu memberikan kesan tersendiri

Tidak selamanya manis
Memberikan kenyamanan
Tidak semua pahit itu menyimpan luka dan duka

Way Kanan, 16 Desember 2017
Share:

Tuesday, December 12, 2017

Perempuan dan Luka

Oleh : Alfa Arkana Euonoia



Seberapa banyak cinta yang ku punya
Seberapa besar kasih sayangku untukmu
Sudah tak usah kau pertanyakan semua
Jika kau ragu dengan diri ini, tinggalkanlah aku sendiri

Untuk apa kau masih bertahan,
Jika aku masih saja diragukan!
Cinta dan kasih sayangku tak akan cukup untuk perempuan semacam dirimu
Yang selalu cemburu dengan hari-hariku

Sahabat, teman, dan keluarga
Selalu kau cemburui

Cinta,
Aku rasa tak usah berlebihan
Hingga, hal yang tak sepatutnya kau cemburui
Menjadi bahan cemburuanmu

Aku lelah,
Bahkan terkadang aku terluka
Sebab aku tak bisa bebas dengan mereka
Para sahabat, teman, dan keluarga

Way Kanan, Lampung 3 Desember 2017
Share:

Thursday, November 30, 2017

Sertifikat Literasi dan Pengembangan Ide, Gagasan, dan Pemikiran Kreatif

Oleh : Alfa Arkana Eounoia

"Ada yang menyebut sertifikat literasi hanya sebagai bungkus gorengan dan tidak ada manfaat nya.
Bagiku tidak,  hal itu sangat berharga sekali untuk mensupport serta menyemangati para penggiat literasi supaya makin giat dalam berkarya.  Terkecuali bagi mereka yang berkarya dengan plagiat"
Illustrasi. Is


Belakangan ini begitu banyak event-event literasi menulis yang diselenggarakan oleh penerbit, perusahan,  lembaga,  bahkan sampai organisasi baik melalui media massa sampai dengan media digital.

Apalagi ketika bapak presiden kita, pak Jokowi mencanangkan berbagai program sebagai upaya meningkatkan literasi oleh pemerintah, seperti Gerakan Indonesia membaca (GIM), Gerakan Literasi Bangsa (GLB), serta Gerakan Literasi Sekolah (GLS), yang pada saat ini menjadi program wajib yang harus dilaksanakan seluruh sekolah sebelum memulai proses belajar mengajar.

Gerakan literasi sangat diperlukan dalam mengembangkan pola pikir,  ide,  gagasan,  dan pemikiran para generasi penerus bangsa.
Salah satunya dalam dunia tulis menulis, gerakan literasi semacam ini sangat dibutuhkan sebagai penyumbang ide-ide kreatif untuk menunjang minat baca masyarakat Indonesia serta menangkal informasi dan konten-konten negatif.  Sebab,  melihat kondisi kedudukan negara kita (Indonesia) yang saat ini menduduki posisi ke 60 dari 61 negara di dunia dengan minat baca yang sangat rendah.

Peringkat minat baca Indonesia dalam data world’s Most Literate Nations berada di urutan 60 dari 61 negara. Indonesia hanya menempati satu peringkat di atas Bostwana, serta berada di bawah Thailand yang menempati peringkat 59. Unesco juga melansir indeks tingkat membaca orang Indonesia yang hanya 0,001. Artinya dari 1000 penduduk, hanya satu orang yang memiliki minat baca tinggi. Ditambah lagi dengan sulitnya akses terhadap buku-buku yang semakin memperburuk kondisi tersebut.

Berangkat dari kenyataan di atas, dapat kita lihat bahwa kegiatan membaca belum berjalan dengan baik di Indonesia, baik dari segi ketersediaan akses terhadap buku-buku, maupun minat baca masyarakatnya. Padahal membaca merupakan faktor penting untuk meningkatkan mutu pendidikan serta kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia. Persoalan rendahnya literasi masyarakat Indonesia merupakan kendala serius yang sedang kita hadapi dalam upaya meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia.

Kendati demikian,  para penerbit, perusahaan, lembaga,  sampai organisasi ikut berlomba-lomba mengadakan event dari yang sederhana sampai yang besar-besaran.
Namun,  diaamping itu juga ada banyak tantangan yang harus dihadapi.
Pernah saya mendapatkan ungkapan yang terkadang menyakiti hati dan membuat down para penggiat literasi.

Dalam mengikuti event,  salah satunya ialah event menulis,  baik cipta puisi,  essay, artikel,  dan karya tulis lainnya.
Para penerbit tentunya akan memberikan sertifikat sebagai tanda terima kasih dan juga sebagai media untuk mensupport peserta supaya lebih giat dan lebih rajin dalam berkarya.

Namun,  ada beberapa orag yang memandang bahwa sertifikat itu hanya sebagai bungkus gorengan saja dan sangat tidak ada manfaat dan tidak ada gunanya. 
Ya,  jika kita memandang dari segi bentuk saja memang seperti tak ada guna.  Namun jika kita melihat dari segi perjuangan kita itu sangat berharga sekali.
Jangan bilang menjadi penggiat literasi melalui tulisan itu mudah!  Siapa bilang?
Menulis itu bertahap dan enggak semudah kita membalikkan telapak tangan yang hanya dengan sekejap mata saja.
Dari awal kita mencari ide dan inspirasi yang akan ditulis saja susah,  perlu waktu bahkan terkadang menguras banyak pikiran.
Apalagi kalau tulisan yang akan ditulis tema nya sudah ditentukan,  makin susah lagi.  Apalagi untuk penulis pemula seperti saya.

Ketika kita menuangkan tulisan juga butuh waktu,  dari segi bahasa dan penulisan kita harus baik dan benar.  Sehingga ketika si pembaca bisa memahami apa yang kita sampaikan melalui tulisan.
Jadi enggak mudah ya untuk sekedar menulis saja. Menulis itu butuh inspirasi bahkan butuh dolan (jalan-jalan) untuk mencari ide.
Nah,  jadi sertifikat literasi itu juga perlu untuk mengapresiasi dan men-support para penggiat literasi supaya lebih giat lagi dalam berkarya dan juga sebagai pengingat (reminder) untuk kita bahwa kita pernah ikut dalam event tersebut.
Terkecuali yang suka berkarya dengan plagiat,  mungkin bagi mereka tidak seberapa penting.
Share:

Monday, November 20, 2017

Sajak : Mencari Keadilan

Mencari Keadilan

Oleh : Alfa Arkana Euonoia

Kemanakah undang-undang ketika keadilan tak lagi ditegakkan
Dimana undang-undang yang berisi pancasila pada sila-sila
Kemana para penguasa?
Mengapa semua diam dan geleng kepala
Mengapa semua bisu
Melihat kenyataan pahit ini

Sekecil apapun
Yang namanya keadilan
Harus tetap ditegakkan
Sebab, negara kita adalah negara hukum
Yang menjunjung tinggi pancasila dan undang-undang

#savekeadilan
Lampung, 19 November 2017
Share:

Sunday, November 19, 2017

Perbedaan Antara Teman dan Sahabat

Halo kawan-kawan semua, jumpa lagi dengan saya (Alfa Arkana Euonoia). Kali ini saya akan membahas mengenai teman dan sahabat!
Ya, kawan-kawan semua pasti memiliki keduanya ya kan? Hanya saja mungkin masih ada beberapa yang belum memahami betul yang namanya sahabat dan teman.
Baiklah, langsung saja disimak.



Kita sebagai manusia, sudah pasti memiliki teman sebab kita (manusia) adalah mahluk sosial yang hidupnya saling membutuhkan  antara satu dengan yang lainnya.
Definisi teman dan sahabat itu jauh sangat berbeda. Mungkin tidak semua orang tahu apa sih bedanya antara teman dan sahabat itu.

Teman, bisa kita temukan dimana saja dan bisa kapanpun kita jumpai.
Misal, kita bertemu sesorang di pasar, seminar, dan dalam sebuah acara. Walaupun hanya sekali bertemu itu sudah pasti menjadi teman kita.
Ya enggak sih? Pastinya iya dong.
Nah kalau sahabat bagaimana?
Sahabat ini yang paling susah untuk dicari dan ditemukan, sebab sahabat tidak mudah untuk dicari.

Teman adalah orang-orang yang selalu menemani kita dalam perjalanan hidup. Hitung saja, berapa jumlah teman yang sudah kita punya dari masa kecil? Banyak sekali, ‘kan? Tapi kita harus tahu, tak semua dari mereka berada di tingkat pertemanan yang sama. Ada beberapa yang lebih dari teman biasa, yang mana sering kita sebut sahabat sejati yang selalu hadir dan menempati ruang spesial di daftar pertemanan kita.

Perbedaan teman dan sahabat itu sangat jauh lho.
Ini nih, yang membedakan mereka, dibaca ya.
1. Ketika Kita Melakukan Kebiasaan Yang Menyebalkan

Seorang teman biasa akan berusaha tetap sopan dengan tidak mengkritikmu, seberapa menyebalkan sikapmu ke dia. Sementara, seorang sahabat akan secara jujur dan terbuka berbicara kepada kita kalau dia risih dengan sikap kita itu.

2. Ketika Kita Melakukan Hal Yang Konyol
Seorang teman akan berusaha sopan dan merasa segan membicarakannya. Bahkan terkadang mereka akan menghibur kita;  “Ah enggak apa-apa kok kalau kamu kayak gitu!”

Sementara, seorang sahabat akan membicarakannya dan menertawakan kita habis-habisan seharian, dan bahkan masih akan mengenangnya sampai seminggu atau setahun kemudian.

3.Ketika Pacar Tak Cukup Baik Untuk Kita
Seorang teman biasa akan membiarkan kita untuk tetap berpacaran, karena ingin menghindar dari campur tangan berlebihan. Sedangkan seorang sahabat akan mengatakan dengan jelas di depan kita bahwa kita jauh lebih baik sendiri daripada menjalin hubungan dengan sang pacar. Bukan karena mereka jahat, tapi justru karena mereka tahu apa yang terbaik buat kita.

4. Ketika Kita Berulang Tahun
Seorang teman biasa akan meneleponmu tengah malam untuk mengucapkan selamat ulang tahun, kalau ingat. Atau hanya sekedar ucapan melalui pesan singkat.
Sedangkan seorang sahabat, ia akan datang secara langsung mengucapkan selamat ulang tahun kepada kita, bahkan ia datang dengan mengguyurkan air dan melempar telor mentah ke kepala kita tanpa merasa bersalah.

5. Ketika Kita Ingin Mngekspresikan Sesuatu
Kita memang bisa tertawa terbahak-bahak di depan seorang teman biasa. Tetapi, kita hanya bisa menangis tanpa malu dan menceritakan masalah paling pribadimu dengan sahabat sejatimu.

6. Ketika Kita Dalam Kesusahan
Seorang teman akan menawarkan bantuan, tetapi seorang sahabat akan membantu kita, begitu dengan ikhlas — bahkan waktu kita bilang enggak perlu dibantu.

7. Ketika Kita Sedang Bersedih
Seorang teman akan mengirim SMS motivasi untuk menghibur kita. Namun, seorang sahabat akan segera menelepon kita dan jadi tempat curhat sampai berjam-jam kemudian.

8. Ketika Kita Membutuhkan Bantuan 
Seorang teman biasa akan menghubungi kita kembali kurang dari 1 jam setelah kita menelepon. Tapi, seorang sahabat akan segera mengangkat telepon kita dan menemui kita tak peduli apapun yang tengah dia lakukan.

9. Ketika Kita Butuh Cerita
Seorang teman yang baik akan memiliki waktu buat kita, tetapi tidak setiap saat. Seorang sahabat sejati memiliki 24 jam untuk kita kapanpun kita ingin bercerita.

Nah, sekarang apakah kita sudah sadar siapa saja yang menjadi sahabat kita? Syukurilah keberadaan mereka, jangan pernah sia-siakan mereka. Bukan berarti harus memandang rendah mereka yang “bukan” sahabat ya. Mungkin saja mereka hanya butuh waktu untuk menjadi lebih dekat dengan kita.

Jadi, sahabat itu orang yang selalu ada buat kita dan menerima kita apa ada nya, bukan ada apa nya ya hehe...

Sedikit saya berikan kata mutiara yang pernah saya dapatkan disekolah, sebagai penutup tulisan saya ini.

"Sahabat sejati, ialah yang selalu ada untukmu. Bersedih jika kamu dalam keadaan sedih, Bahagia apabila kita bahagia, dan dia yang selalu menasehati kita secara diam-diam."
Tulisan ini merupakan tulisan saya, yang saya alami dalam kehidupan saya.
Share:

Friday, November 17, 2017

Kisah Inspiratif : Kisah Si Anjay (Abu Jay) Ulama Medsos

Dapat postingan di instagram saya,  dan saya rasa sangat bagus sekali untuk di share!
Semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua untuk menjadi yang lebih baik lagi.  Aamiin

Kisah si Anjay



Semenjak lulus SMA dan masuk ke dunia kuliah, Anjay rupanya tertarik untuk belajar lebih jauh mengenai keislaman. Hijrah dia bilang.
Hal tersebut juga merupakan dorongan dari lingkungannya, karena banyak dari temannya yang mulai memposting mengenai “Dakwah” melalui Instagram.
Dari situ, Anjay mencoba mencari-cari sumber dari beragam media dan sarana. Mulai dari Instagram, Line hingga Youtube pun ia selancari. Ia dihadapkan dengan beragam nama ustadz, dan beragam pula kajian.

Hebatnya, setelah sekian bulan Anjay “Nyantri” di Youtube dan Instagram. Anjay bertransformasi menjadi Abu Jay Al-Yutubi karena Ia merasa bahwa dirinya telah sukses berhijrah, merasa bahwa Ilmu keislamannya sudah sangat mumpuni, dan selesai mensucikan diri.

Dari situ Ia mulai memasang kriteria mengenai orang yang kafir dan beberapa hal yang Ia anggap bid’ah. Ia mulai membabi buta dan menuduh siapa saja yang tak sejalan dengannya adalah salah. Dan Abu Jay Al-Yutubi juga aktif dibeberapa “debat komentar” di Youtube maupun Instagram. Ia sangat heroik disana. Kemudian dia juga memiliki akun dakwahnya sendiri di Line yang subcribernya telah mencapai 137 orang.
.
Begitu lah kisah Abu Jay Al-Yutubi alias Anjay sang tokoh fiksi kita. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya.
.

Sumber : Instagram @ngayuga
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive