Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Thursday, November 30, 2017

Sertifikat Literasi dan Pengembangan Ide, Gagasan, dan Pemikiran Kreatif

Oleh : Alfa Arkana Eounoia

"Ada yang menyebut sertifikat literasi hanya sebagai bungkus gorengan dan tidak ada manfaat nya.
Bagiku tidak,  hal itu sangat berharga sekali untuk mensupport serta menyemangati para penggiat literasi supaya makin giat dalam berkarya.  Terkecuali bagi mereka yang berkarya dengan plagiat"
Illustrasi. Is


Belakangan ini begitu banyak event-event literasi menulis yang diselenggarakan oleh penerbit, perusahan,  lembaga,  bahkan sampai organisasi baik melalui media massa sampai dengan media digital.

Apalagi ketika bapak presiden kita, pak Jokowi mencanangkan berbagai program sebagai upaya meningkatkan literasi oleh pemerintah, seperti Gerakan Indonesia membaca (GIM), Gerakan Literasi Bangsa (GLB), serta Gerakan Literasi Sekolah (GLS), yang pada saat ini menjadi program wajib yang harus dilaksanakan seluruh sekolah sebelum memulai proses belajar mengajar.

Gerakan literasi sangat diperlukan dalam mengembangkan pola pikir,  ide,  gagasan,  dan pemikiran para generasi penerus bangsa.
Salah satunya dalam dunia tulis menulis, gerakan literasi semacam ini sangat dibutuhkan sebagai penyumbang ide-ide kreatif untuk menunjang minat baca masyarakat Indonesia serta menangkal informasi dan konten-konten negatif.  Sebab,  melihat kondisi kedudukan negara kita (Indonesia) yang saat ini menduduki posisi ke 60 dari 61 negara di dunia dengan minat baca yang sangat rendah.

Peringkat minat baca Indonesia dalam data world’s Most Literate Nations berada di urutan 60 dari 61 negara. Indonesia hanya menempati satu peringkat di atas Bostwana, serta berada di bawah Thailand yang menempati peringkat 59. Unesco juga melansir indeks tingkat membaca orang Indonesia yang hanya 0,001. Artinya dari 1000 penduduk, hanya satu orang yang memiliki minat baca tinggi. Ditambah lagi dengan sulitnya akses terhadap buku-buku yang semakin memperburuk kondisi tersebut.

Berangkat dari kenyataan di atas, dapat kita lihat bahwa kegiatan membaca belum berjalan dengan baik di Indonesia, baik dari segi ketersediaan akses terhadap buku-buku, maupun minat baca masyarakatnya. Padahal membaca merupakan faktor penting untuk meningkatkan mutu pendidikan serta kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia. Persoalan rendahnya literasi masyarakat Indonesia merupakan kendala serius yang sedang kita hadapi dalam upaya meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia.

Kendati demikian,  para penerbit, perusahaan, lembaga,  sampai organisasi ikut berlomba-lomba mengadakan event dari yang sederhana sampai yang besar-besaran.
Namun,  diaamping itu juga ada banyak tantangan yang harus dihadapi.
Pernah saya mendapatkan ungkapan yang terkadang menyakiti hati dan membuat down para penggiat literasi.

Dalam mengikuti event,  salah satunya ialah event menulis,  baik cipta puisi,  essay, artikel,  dan karya tulis lainnya.
Para penerbit tentunya akan memberikan sertifikat sebagai tanda terima kasih dan juga sebagai media untuk mensupport peserta supaya lebih giat dan lebih rajin dalam berkarya.

Namun,  ada beberapa orag yang memandang bahwa sertifikat itu hanya sebagai bungkus gorengan saja dan sangat tidak ada manfaat dan tidak ada gunanya. 
Ya,  jika kita memandang dari segi bentuk saja memang seperti tak ada guna.  Namun jika kita melihat dari segi perjuangan kita itu sangat berharga sekali.
Jangan bilang menjadi penggiat literasi melalui tulisan itu mudah!  Siapa bilang?
Menulis itu bertahap dan enggak semudah kita membalikkan telapak tangan yang hanya dengan sekejap mata saja.
Dari awal kita mencari ide dan inspirasi yang akan ditulis saja susah,  perlu waktu bahkan terkadang menguras banyak pikiran.
Apalagi kalau tulisan yang akan ditulis tema nya sudah ditentukan,  makin susah lagi.  Apalagi untuk penulis pemula seperti saya.

Ketika kita menuangkan tulisan juga butuh waktu,  dari segi bahasa dan penulisan kita harus baik dan benar.  Sehingga ketika si pembaca bisa memahami apa yang kita sampaikan melalui tulisan.
Jadi enggak mudah ya untuk sekedar menulis saja. Menulis itu butuh inspirasi bahkan butuh dolan (jalan-jalan) untuk mencari ide.
Nah,  jadi sertifikat literasi itu juga perlu untuk mengapresiasi dan men-support para penggiat literasi supaya lebih giat lagi dalam berkarya dan juga sebagai pengingat (reminder) untuk kita bahwa kita pernah ikut dalam event tersebut.
Terkecuali yang suka berkarya dengan plagiat,  mungkin bagi mereka tidak seberapa penting.
Share:

Monday, November 20, 2017

Sajak : Mencari Keadilan

Mencari Keadilan

Oleh : Alfa Arkana Euonoia

Kemanakah undang-undang ketika keadilan tak lagi ditegakkan
Dimana undang-undang yang berisi pancasila pada sila-sila
Kemana para penguasa?
Mengapa semua diam dan geleng kepala
Mengapa semua bisu
Melihat kenyataan pahit ini

Sekecil apapun
Yang namanya keadilan
Harus tetap ditegakkan
Sebab, negara kita adalah negara hukum
Yang menjunjung tinggi pancasila dan undang-undang

#savekeadilan
Lampung, 19 November 2017
Share:

Sunday, November 19, 2017

Perbedaan Antara Teman dan Sahabat

Halo kawan-kawan semua, jumpa lagi dengan saya (Alfa Arkana Euonoia). Kali ini saya akan membahas mengenai teman dan sahabat!
Ya, kawan-kawan semua pasti memiliki keduanya ya kan? Hanya saja mungkin masih ada beberapa yang belum memahami betul yang namanya sahabat dan teman.
Baiklah, langsung saja disimak.



Kita sebagai manusia, sudah pasti memiliki teman sebab kita (manusia) adalah mahluk sosial yang hidupnya saling membutuhkan  antara satu dengan yang lainnya.
Definisi teman dan sahabat itu jauh sangat berbeda. Mungkin tidak semua orang tahu apa sih bedanya antara teman dan sahabat itu.

Teman, bisa kita temukan dimana saja dan bisa kapanpun kita jumpai.
Misal, kita bertemu sesorang di pasar, seminar, dan dalam sebuah acara. Walaupun hanya sekali bertemu itu sudah pasti menjadi teman kita.
Ya enggak sih? Pastinya iya dong.
Nah kalau sahabat bagaimana?
Sahabat ini yang paling susah untuk dicari dan ditemukan, sebab sahabat tidak mudah untuk dicari.

Teman adalah orang-orang yang selalu menemani kita dalam perjalanan hidup. Hitung saja, berapa jumlah teman yang sudah kita punya dari masa kecil? Banyak sekali, ‘kan? Tapi kita harus tahu, tak semua dari mereka berada di tingkat pertemanan yang sama. Ada beberapa yang lebih dari teman biasa, yang mana sering kita sebut sahabat sejati yang selalu hadir dan menempati ruang spesial di daftar pertemanan kita.

Perbedaan teman dan sahabat itu sangat jauh lho.
Ini nih, yang membedakan mereka, dibaca ya.
1. Ketika Kita Melakukan Kebiasaan Yang Menyebalkan

Seorang teman biasa akan berusaha tetap sopan dengan tidak mengkritikmu, seberapa menyebalkan sikapmu ke dia. Sementara, seorang sahabat akan secara jujur dan terbuka berbicara kepada kita kalau dia risih dengan sikap kita itu.

2. Ketika Kita Melakukan Hal Yang Konyol
Seorang teman akan berusaha sopan dan merasa segan membicarakannya. Bahkan terkadang mereka akan menghibur kita;  “Ah enggak apa-apa kok kalau kamu kayak gitu!”

Sementara, seorang sahabat akan membicarakannya dan menertawakan kita habis-habisan seharian, dan bahkan masih akan mengenangnya sampai seminggu atau setahun kemudian.

3.Ketika Pacar Tak Cukup Baik Untuk Kita
Seorang teman biasa akan membiarkan kita untuk tetap berpacaran, karena ingin menghindar dari campur tangan berlebihan. Sedangkan seorang sahabat akan mengatakan dengan jelas di depan kita bahwa kita jauh lebih baik sendiri daripada menjalin hubungan dengan sang pacar. Bukan karena mereka jahat, tapi justru karena mereka tahu apa yang terbaik buat kita.

4. Ketika Kita Berulang Tahun
Seorang teman biasa akan meneleponmu tengah malam untuk mengucapkan selamat ulang tahun, kalau ingat. Atau hanya sekedar ucapan melalui pesan singkat.
Sedangkan seorang sahabat, ia akan datang secara langsung mengucapkan selamat ulang tahun kepada kita, bahkan ia datang dengan mengguyurkan air dan melempar telor mentah ke kepala kita tanpa merasa bersalah.

5. Ketika Kita Ingin Mngekspresikan Sesuatu
Kita memang bisa tertawa terbahak-bahak di depan seorang teman biasa. Tetapi, kita hanya bisa menangis tanpa malu dan menceritakan masalah paling pribadimu dengan sahabat sejatimu.

6. Ketika Kita Dalam Kesusahan
Seorang teman akan menawarkan bantuan, tetapi seorang sahabat akan membantu kita, begitu dengan ikhlas — bahkan waktu kita bilang enggak perlu dibantu.

7. Ketika Kita Sedang Bersedih
Seorang teman akan mengirim SMS motivasi untuk menghibur kita. Namun, seorang sahabat akan segera menelepon kita dan jadi tempat curhat sampai berjam-jam kemudian.

8. Ketika Kita Membutuhkan Bantuan 
Seorang teman biasa akan menghubungi kita kembali kurang dari 1 jam setelah kita menelepon. Tapi, seorang sahabat akan segera mengangkat telepon kita dan menemui kita tak peduli apapun yang tengah dia lakukan.

9. Ketika Kita Butuh Cerita
Seorang teman yang baik akan memiliki waktu buat kita, tetapi tidak setiap saat. Seorang sahabat sejati memiliki 24 jam untuk kita kapanpun kita ingin bercerita.

Nah, sekarang apakah kita sudah sadar siapa saja yang menjadi sahabat kita? Syukurilah keberadaan mereka, jangan pernah sia-siakan mereka. Bukan berarti harus memandang rendah mereka yang “bukan” sahabat ya. Mungkin saja mereka hanya butuh waktu untuk menjadi lebih dekat dengan kita.

Jadi, sahabat itu orang yang selalu ada buat kita dan menerima kita apa ada nya, bukan ada apa nya ya hehe...

Sedikit saya berikan kata mutiara yang pernah saya dapatkan disekolah, sebagai penutup tulisan saya ini.

"Sahabat sejati, ialah yang selalu ada untukmu. Bersedih jika kamu dalam keadaan sedih, Bahagia apabila kita bahagia, dan dia yang selalu menasehati kita secara diam-diam."
Tulisan ini merupakan tulisan saya, yang saya alami dalam kehidupan saya.
Share:

Friday, November 17, 2017

Kisah Inspiratif : Kisah Si Anjay (Abu Jay) Ulama Medsos

Dapat postingan di instagram saya,  dan saya rasa sangat bagus sekali untuk di share!
Semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua untuk menjadi yang lebih baik lagi.  Aamiin

Kisah si Anjay



Semenjak lulus SMA dan masuk ke dunia kuliah, Anjay rupanya tertarik untuk belajar lebih jauh mengenai keislaman. Hijrah dia bilang.
Hal tersebut juga merupakan dorongan dari lingkungannya, karena banyak dari temannya yang mulai memposting mengenai “Dakwah” melalui Instagram.
Dari situ, Anjay mencoba mencari-cari sumber dari beragam media dan sarana. Mulai dari Instagram, Line hingga Youtube pun ia selancari. Ia dihadapkan dengan beragam nama ustadz, dan beragam pula kajian.

Hebatnya, setelah sekian bulan Anjay “Nyantri” di Youtube dan Instagram. Anjay bertransformasi menjadi Abu Jay Al-Yutubi karena Ia merasa bahwa dirinya telah sukses berhijrah, merasa bahwa Ilmu keislamannya sudah sangat mumpuni, dan selesai mensucikan diri.

Dari situ Ia mulai memasang kriteria mengenai orang yang kafir dan beberapa hal yang Ia anggap bid’ah. Ia mulai membabi buta dan menuduh siapa saja yang tak sejalan dengannya adalah salah. Dan Abu Jay Al-Yutubi juga aktif dibeberapa “debat komentar” di Youtube maupun Instagram. Ia sangat heroik disana. Kemudian dia juga memiliki akun dakwahnya sendiri di Line yang subcribernya telah mencapai 137 orang.
.
Begitu lah kisah Abu Jay Al-Yutubi alias Anjay sang tokoh fiksi kita. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya.
.

Sumber : Instagram @ngayuga
Share:

Wednesday, November 15, 2017

Surat Cinta Untuk Sahabat

Foto | Ist


Assalamualaikum
Apa kabar kamu sahabatku,  semoga dikau dalam keadaan yang baik dan sehat
Aamiin allahumma aamiin

Ohya,  maaih ingat enggak ya dengan aku?
Iya aku!  Enggak tahu sih,  apa kamu masih ingat denganku atau tidak.  Yang jelas kita dahulu pernah ada suatu ikatan dan hubungan yang baik.
Kita pernah bekerjasama dan menjadi tim yang baik tentu nya.
BDW sukses ya untuk karier kamu yang sekarang,  semoga makin sukses dan selalu Allah berikan kemudahan dalam melaksanakan seabreg aktivitasmu.

Maafkan aku ya sobatku,  bukan keinginan ku untuk kembali ke nostalgia lama,  namun sikapmu yang telah membuatku untuk mengungkit segalanya.
Akhir ini,  kamu banyak berubah.
Ya sejak kita sudah terpisahkan oleh jarak dan waktu.

Padahal baru kemarin,  kkta saling membantu, saling bahu-membahu.  Namun kini engkau entah kemana!
Aku bingung letak salahku dimana?  Dan apa alasannya kau menjauhiku seperti ini.
Maaf,  bukan aku enggak ikhlas membantumu.  Namun,  aku masih bingung dan bertanya dengan semuanini!
Padahal begitu jarang sekali aku meminta bantuanmu.
Baru kemarin aku meminta bantuan,  tapi kamu kok bersikap seperti tak perdulikan aku.
Bahkan,  kau seperti tak mengenalku lagi.
Aku seakan orang asing di matamu.

Tapi tak apa,  aku yakin mungkin engkau lelah,  cafe dengan segala aktivitasmu yang sekarang.
Namun,  aku yakin kita pasti akan tetap bersahabat seperti yang dahulu.

Aku kangen sikap dan cara kamu bersahabat denganku yang dahulu
Aku rindu saat itu

Semoga engkau lekas kembali jelanan kebenaran dan keadilan.

Dears my friendship. 
By Alfa Arkana, Euonoia


Lampung,  15 November 2017
Share:

Tuesday, November 14, 2017

Kutitipkan Rindu Melalui Doa




Oleh : Alfa Arkana Euonoia (@netrahyahimsa)


Semerbak bunga mawar
Harum indahnya menghiasi tempat peristirahatan terakhirmu
Menghantarkan rinduku siang ini


Hari ini , ku kembali menjenguk mu
Melepaskan rinduku
Tak lupa ku selipkan doa dan al-fatihah untukmu
Yang tersayang

Jika jiwa kita tak dapat bertemu kembali
Namun,  aku yakin hati kita akan tetap bersama
Sampai akan tiba disuatu masa
Ketika Allah yang kuasa
Mempertemukan kita
Di syurganya


Haji Pemanggilan,  14 November 2017
Share:

Friday, November 10, 2017

Mengheningkan Cipta

Tulisan singkat saya, di hari istimewa kita. Hari Pahlawan
Untuk mengenang para jasa pahlawan kita serta mengevaluasi diri kita, supaya makin membaik kedepan. Aamiin

Mengheningkan Cipta
Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkana Euonoia)


Sejenak, terdiam
Hening, sunyi, sepi
Menyapaku pagi ini
Terdiam dan membisu

Tak ada kata
Hanya jiwa dan raga
Berdiri kokoh dihadapan mata
Mengheningkan cipta

Perlahan,
Tetes air mata
Mulai bercucur, tak teratur
Menangisi para pejuang bangsa

Kembali terputar
Nostalgia lama, kegigihan para pejuang bangsa
Berebut, memperjuangkan hak
Menegakkan keadilan
Menuju bangsa yang sejahtera

Wahai pemuda,
Apa yang telah kita beri
Untuk pejuang bumi pertiwi
Apa yang kita perbuat?
Apa yang telah disumbangkan
Demi bumi nusantara!

Generasi kita sungguh terlalu
Tak pernah menghargai pejuang bangsa
Tak pernah mensyukuri nikmat dari pahlawan kita

Hoax, fitnah, dan isu kebencian
Bertebaran
Menjadi pemecah belah bangsa
Beda pendapat, beda kepercayaan
Membuat tak rukun dan memutus silaturahmi antar saudara

Dimana sikap kita?
Yang tak menghargai jasa pahlawan pendahulu
Berjuang. Bercucuran darah
Memperjuangkan dan menyatukan bangsa
Di bumi ibu pertiwi

Hari ini, kami menghukum diri
Menebus kesalahan dan khilaf
Dengan menabur bunga dan mengirim doa
Kepada para lelulur dan pejuang bangsa
Atas jasa yang telah diperjuangkan
Untuk kami, anak, cucu, penerus bangsa

Way Kanan, Lampung, 10 November 2017




Keterangan foto :
~ Foto merupakan dokumentasi saya, pada perayaan Hari Pahlawan tahun lalu, yakni pada 10 November 2016 di Pondok Pesantren Al-Falakhussha'adah Pakuan Ratu, Way Kanan, Lampung.
Jadi waktu itu, saya bersama bapak angkat saya sekaligus guru jurnalistik saya, Bpk.Gatot Arifianto, CH, CNNLP. 
Merayakan hari pahlawan dengan sederhana, usai melaksanakan upacara peringatan hari sumpah pemuda, bapak diminta untuk memberikan sedikit motivasi untuk para santriwan dan santriwati di pesantren tersebut.
Sebagaimana dengan kata saya tadi "merayakan hari pahlawan dengan sederhana", jadi kami memberikan motivasi sekaligus mengajak santri untuk memanfaatkan sampah plastik, yang mana nanti kita jadikan bahan olah yang bisa kita pakai kembali. Salah satunya: yakni membuat bantal dari sampah plastik. Dan yang kedua seperti yang ada di gambar kedua ya.
Yakni permainan bowling, yapz bisa dilihat seperti digambar kedua ya. 
Buat yang belum tahu bowling silahkan cek di mbak google hehe.

Ohya, jika kawan-kawan menanyakan posisi saya ketika gambar diambil. Tolong jangan heran ya. Sebab saya sebagai fotografer nya hehe
Eitzz walaupun sebagai fotografer, namun saya sangat bangga lho bisa dampingi bapak sekaligus mendapat ilmu yang sangat berharga.

Pokok nya luar biasa keren hari itu...


Terima kasih untuk semua ya, hehe maaf jadi curhat ke nostalgia 😀😀😀
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive