Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Saturday, January 19, 2019

Untukmu Yang Kerap Kali Menjadi Inspirasi

Freepic 


Pelangi indah yang dihiasi bermacam warna muncul ketika badai datang
Sedangkan Matahari memancarkan cahaya ketenangannya usai awan hitam melintasi cakrawala


Begitu pula dedaunan akan bermunculan setelah melalui musim gugurnya
Maka aku pun percaya, jika semua itu membutuhkan proses yang cukup lama dan terkadang sakit yang tak bisa diungkapkan melalui kata-kata


Aku percaya bahwa Allah (Tuhan Yang Esa) tidak pernah tidur, beliau menjadi saksi semua pengorbanan dan perjuangan
Suatu saat nanti kita akan bersama menjadi keluarga

#diarySabtu Catatan pagi hari di Subuh yang dingin


Bandar Jaya, 12 Januari 2019


Share:

Tiba-tiba Kau Datang

Freepic. ist




Tiba-tiba kau datang
Membawa secangkir es penghilang dahaga
Membuat heboh seisi bus
Bersorak-soranda menyuarai kita
Diam-diam sembari tersenyum malu
Kusambut bahagia cangkir itu dari tanganmu
Wajah merah merona mu
Membuatku tersipu malu


Didalam Bus, Menuju Way Kanan, 29 Desember 2018


Share:

Thursday, January 17, 2019

Diary di Januari 2019 | Untukmu Yang Tak Pernah Respon

Freepic. Ist
Freepic. ist


Mungkin benar apa yang mereka katakan. Aku mengerti itu bukan hanya sekedar sindiran tapi lebih dari sekedar masukan yang mematikan. Berjuang mati-matian dengan ribuan pengharapan yang tak kunjung mendapatkan pencerahan. Berkorban demi seorang yang lain harus tumbang?


Tapi tak sedikit pun kau peduli atau respon positif darimu. Aku bingung harus terus bergerak atau malah diam menyerah dan pergi tanpa kembali.


Mereka bilang aku manusia paling bodoh yang memperjuangkan orang yang tak pernah menghargai setiap pengorbanan, yah terkadang memang benar apa yang mereka katakan.

 Entahlah aku masih bimbang dengan seribu pertimbangan yang masih aku ragukan.
Share:

Sunday, January 13, 2019

Biarlah Tuhan Menjawab!

Diary. Foto Kibrispdr.ist




Suatu saat nanti, jika aku tak dapat bersamamu, lembaran demi lembaran diary ku akan menjadi bukti bahwa aku pernah berjuang menjadi yang terbaik untukmu. Air mata ini akan menjadi saksi kasih sayang yang teramat tulus yang tak pernah lelah aku berikan untuk orang yang aku sayang. 
Share:

Friday, January 11, 2019

Diary Untuk RJ



Tuhan memberimu mata untuk kau melihat
Tuhan memberimu kedua telinga sebagai indra pendengaran mu
Tuhan memberimu rasa untuk kau rasakan setiap detik-detik dalam hidupmu
Melihat, mendengar, merasakan mana yang baik agar kau bisa mencontohnya
Dan melihat, mendengar, serta merasakan yang buruk untuk kau ambil hikmahnya

Tuhan pula telah memberimu mulut untuk kau bicara yang baik-baik, serta hati agar kau bisa menyaring kata-kata yang akan kau ucapkan nanti, agar tak ada yang tersakiti
Tuhan juga telah memberi kita hati, yang entah bagaimana bentuk dan rupanya
Namun Tuhan tidak pernah salah dalam menciptakan hal itu. Sebab hati mampu merasakan semua

Pesanku pergunakanlah hatimu untuk berbagi cinta dan kasih sayang sebelum semua pergi dan menghilang

Jangan kau goreskan luka apalagi setetes tinta, sebab meski hanya sepercik debu tak dapatlah kita menghapusnya, kecuali atas izin yang maha kuasa.
Aku memilihmu bukan berarti tak ada yang lain. Namun aku memilihmu sebab bagiku kau lebih indah diantara bintang-bintang yang bersinar pada malam itu.

Maaf jika aku kau nilai berlebihan, namun inilah mahluk yang Allah ciptakan dengan segala kekurangan yang selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk semua.

Miss you penyemangat hidupku yang tak pernah padam dari lembaran diaryku

#PagiHaridiSudutRumahMama 
Seputih Jaya, 10 Januari 2019
#CatatanDiaryDCC

Share:

Tuesday, November 13, 2018

Sebuah Puisi Untukmu | Begitu Cepat

Gambar hanyalah pemanis : Disisi Saidi Fatah saat mengikuti Diklatsar Banser PC GP Ansor Way Kanan ke IX Th 2015 di Bumi Baru, Blambangan Umpu. Dokumen Pribadi. ist
Share:

Wednesday, November 7, 2018

Kunanti Rindumu Sebagaimana Rinduku




Meski ribuan duri kau tancapkan pada hati
Tak sedikitpun mampu melukai
Ribuan bahkan milyaran cara, kau lakukan semua
Tak akan pernah bisa menggores sedikit tinta pada atma


Ku tahu, semua tindakan yang kau lakukan adalah keterpaksaan
Ada hal yang memang kau sembunyikan dan tak perlu kau jelaskan
Sebab itu, tak sedikit hati kubiarkan tergores tinta hitam
Yang memang tak perlu tergoreskan


Kau bukanlah penanam benci
Juga bukan pemberi harapan yang tak pasti
Kau begitu polos, hingga mampu terhasut
Berbagai hasutan negatif yang menjadi provokatif


Aku masih menyimpan harap
Agar kau segera terlelap dan kembali sebagaimana kau yang lalu


#UntukmuYangSelaluKunantiRindumu
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive