Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Saturday, March 28, 2020

Mahluk itu Bernama Corona

Senja Jingga Purnama.Ist.Dokumen Pribadi.2017

Mahluk itu Bernama Corona

Mahluk itu bernama Corona
Mahluk kecil tak kasat mata. Ciptaan Tuhan sebagai reminder ingatan
Meski kecil. Janganlah kau acuhkan
Kecil-kecil cabai rawit

Negeriku berduka. Negeri terluka
Tak hanya Negeriku Bumi Pertiwi
Seluruh penjuru dunia pun ikut berduka
Karena hadirnya semua porak-poranda
Semua takut. Semua panik.
Ulahnya semakin menjadi-jadi

Korban berjatuhan
Isolasi dan lockdown kian menjadi
Negeri bagai tak berpenghuni

Corona oh Corona
Karenamu aktivitas terhambat
Sebabmu ekonomi melemah, ketersediaan barang menjadi langka, pekerja tak tetap menjadi angan semata

Corona, nyata tak banyak yang takut padamu
Justru mereka memanfaatkan hadirmu
Berita bohong tentangmu banyak tersebar di media
Banyak pula para petopeng menyusup masuk sebagai kemanusiaan mencari iuran kecil-kecilan

Lampung, 28 Maret 2020


Negeriku Mendadak Sepi

Bumi mendadak sepi
Kota-kota mati bagai tak penghuni
Aktivitas lengang. Lockdown dimana-mana

Semua mendadak takut
Perdetik berita menyebar luas. Gempar menjadi halilintar
Bagai petir disiang bolong

Maafkan kami Tuhan
Kami lalai. Bahwa kuasamu begitu besar
Maafkan kami yang lupa
Bahwa semua kaulah sang pencipta


Lampung, 28 Maret 2020

Semua Panik

Diawal tahun unik
Dua angka sama saling berturutan
Datanglah kuasa tuhan
Menggetarkan alam semesta
Semua panik, semua takut
Akan mahkuk tuhan yang paling kecil tak kasat mata


Lampung, 28 Maret 2020


Selamat Datang

Rinai hujan terus mendera
Membasahi bumi bahtera
Selamat datang rintihan cinta yang dinantikan
Bawalah pulang segenap luka nestapa
Sya'ban berakhir Ramadhan hadir Bahagiapun turut mengalir

Bandar Jaya, 28 Maret 2020


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Senja Jingga Purnama alias Disisi Saidi Fatah adalah penulis muda yang kini menjabat sebagai Bendahara Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pimpinan Cabang Kabupaten Way Kanan, Lampung. Pria berdarah Lampung itu merupakan kelahiran Gedung Harta, 23 tahun silam. Memiliki hobi menulis sejak tahun 2015, dan menekuni ketika ia patah hati. Baginya menulis adalah suatu kebebasan dalam menyampaikan aspirasi, unek-unek, dan pikiran yang tak mampu tertuang melalui perkataan. Selamat menikmati...

Penulis bisa dihubungi melalui
Instagram : @pecandusastra96
Email : disisisf.bpun@gmail.com


Share:

Teruslah Bergerak | Puisi di Bulan Maret

Terima kasih kami ucapkan teruntuk sahabat, teman, dan saudara-saudariku semua yang telah menyempatkan mampir di blog GemilangTotal. Berikut adalah beberapa puisi yang aku tulis dari inspirasi yang mengalir selintas dalam benak, mewakili segenap rasa, segenap kata yang tak mampu terucap. Mohon selalu kritikan, masukan, dan support dari handai taulan semua.
Semoga Allah (Tuhan) kita selalu memberkati kita semua. Barakallah Aamiin


Kecewa

Beberapa saat setelah mendapatkan kabar itu
Hatiku luluh. Sedikit retak
Berdiri. Tersenyum. Menarik garis lekuk bibir
Alisku mengerucut ke atas. Menyembunyikan tangis hati
Perlahan. Napas tertuang pelan
Sampai batas ini. Tak henti bersyukur pada Tuhan atas segala nikmat yang diberi
Terima kasih tuhan
Usaha tak pernah menghianati hasil

Bandar Jaya, 23032020


Bangkit

Masihkah tak percaya dengan apa yang terbaca
Bukankah semua jelas sudah
Lalu apa lagi yang kau tangisi?
Seberapa kuat kau berusaha, jika Tuhan tak berkehendak padamu
Lantas apa yang akan kau lakukan!
Sudahlah bangkit badan. Janganlah terpendam pada satu masalah
Masih banyak pintu yang menantimu

Bandar Jaya, 23032020


Teruslah Bergerak

Bukan tak ada usaha
Sebagai insan, aku hanya berharap padanya
Terlebih, jika berhasil itu sudah rejeki
Namun, jika gagal cobalah kembali
Kecewa boleh. Sedihpun sewajarnya
Semua ada batas dan waktunya

Bandar Jaya, 27032020
Share:

Tuesday, February 4, 2020

Disudut Ruang Kecil Persegi





Puisi-puisi Disisi Saidi Fatah

Oleh : Disisi Saidi Fatah | Senja Jingga Purnama
Generasi Muda Pecandu Sastra
Share:

Thursday, January 16, 2020

Catatan yang Catat di Awal Tahun

Catatan. Pngtree. ist



 Dua hari sudah usai perhelatan demokrasi. Demokrasi sebagai catatan yang menggoreskan banyak kisah, menyisakan luka-luka yang mendalam. Bagaimana tidak, pada awal tahun 2020 ini begitu banyak hiruk-pikuk yang masih sampai kini belum mampu terlupakan, masih berat bahkan sampai kini sama sekali tak ada kepercayaan bahwa waktu itu yang akan terjadi.


               Agustus 2018 lalu, dimana diri ini mulai berteduh di bawah payung hijau bulat. Dari relung hati terbesit niat untuk mengopeni (mengurusi) dapur hijau bundar, tak lain hanya ingin mempererat silaturahmi dalam ikatan di bawah hijau nya NUsantara. Tak banyak harapan untuk mendapatkan materi, maupun sesuap nasi, apalagi jabatan impian. Semua semata karena C I N T A.


                Lika-liku, benturan-benturan baik internal maupun eksternal mencoba merubuhkan dinding yang berdiri kokoh pada sisi-sisi dapur itu, bahkan kerikil-kerikil tajam ikut menghantam. Namun sama sekali tidak mampu meruntuhkan kekuatannya.


             Sampai batas kata ini, masih tidak percaya akan waktu kini. Mengapa harus berjumpa dengan konferensi, mengapa harus ada demokrasi di dalam rumah bersama. Bukankah kita sudah cukup menjadi keluarga yang bahagia, meskipun keluarga sederhana yang mengharuskan banyak pengorbanan dari waktu, materi, dan pikiran? Mengapa semua rusak.


          Akhir kata ini, air mata tak mampu terbendung mengingat kembali tragedi yang memecah malam kelabu yang sunyi. Sahabat, teman, orang-orang kepercayaan. Makan, minum, nongkrong, bahkan (merokok) kita bersama. Sampai kini masih tersisa goresan-goresan luka yang belum mampu terjamah penawar, meski hati memaafkan. Sama halnya sebagaimana paku yang tertancap ke dinding lalu kita cabut kembali paku itu, ia meninggalkan bekas. Bahkan kita tambal sekalipun ia tetap tak lagi sempurna, masih tersisa benjolan-benjolan.


            Entahlah tak ada lagi kata yang mampu terucap, hanya satu yang masih teringat 'penghianatan'.


Its Oke I'm fine. 😍💚.

Share:

Wednesday, November 20, 2019

Dengan Tekad dan Basmallah

Dengan Tekad dan Basmalah

“Dimana ada niat pasti ada jalan”


Oleh : Disisi Saidi Fatah (@pecandusastra96)

Share:

Monday, November 18, 2019

Terima Kasih Sahabat dan Komandan atas Dedikasimu

 

Penyerahan Laporan Pertanggungjawaban GP Ansor Way Kanan masa kepemimpinan Sahabat Gatot Arifianto kepada Mustasyar PCNU Kab.Way Kanan yang juga Bupati Way Kanan, H.Raden Adipati Surya. Dok. PC GP Ansor Way Kanan.




Ahad, 17 November 2019, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke V di Pondok Pesantren Darul Hikmah Asuhan Kyai Supandi yang terletak di Taman Asri, Kecamatan Baradatu.

Share:

Saturday, November 2, 2019

Konbes dan Rakernas Persatukan Ukhuwah

 
Untuk mengenang kebersamaan kita dalam suatu ikatan yang bernaung dalam Pelajar Nahdlatul Ulama. Senoga kita senantiasa dalam ridha-Nya Allah SWT. Aamiin

Oleh : DSF/Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)


    Konferensi Besar (Konbes) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Minhadlul Ulum, Pesawaran, Lampung. Pada Jum'at hingga Ahad, 18-20 Oktober 2019 lalu menjadi ajang untuk mempererat ukhuwah bagi kader-kader IPNU. Terkhususnya kader IPNU dan IPPNU Cabang Kabupaten Way Kanan.
     Kabupaten Way Kanan memiliki motto Ramik Ragom (Beragam) yang menandakan bahwasanya di Way Kanan sangat beragam suku, agama, adat, dan budaya. Memiliki luas wilayah selauas 3.921.63 km² atau sebesar 11.11 persen dari luas Provinsi Lampung, dengan ibu kota Blambangan Umpu yang menjadi salah satu kampung tertua di Kabupaten Way Kanan.
    Berdasarkan letak geografisnya, Kabupaten Way Kanan memiliki batasan-batasan diantaranya; pada sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan (Kab.Ogan Komering Ulu Timur/OKU Timur), sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Lampung Utara, sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat, dan sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat.

   Berdasarkan keputusan Pimpinan Pusat IPNU, Provinsi Lampung ditetapkan sebagai tuan rumah konbes dan rakernas IPNU tahun 2019. Mendapat kabar tersebut tentu para kader IPNU se-Lampung menyambut baik dan riang harakah tersebut. Di Way Kanan kader-kader terbaik IPNU turut hadir dan mensukseskan hajat besar pelajar NU. Pada 17 Oktober 2019 sebanyak sepuluh kader IPNU dan satu kader IPPNU berangkat menuju Pesawaran.
    Sebelumnya kader-kader tersebut akan berangkat dua hari sebelum hari H. Namun terkendala oleh dana dan juga tanggungjawab yang harus diselesaikan. Untuk diketahui IPNU Way Kanan adalah organisasi yang mandiri. IPNU bukan organisasi pemerintah yang memiliki jatah. Terbiasa dari para senior, kader IPNU Way Kanan tidak ingin setiap melakukan kegiatan selalu berpangku tangan pada pemerintah apalagi membuat proposal. Dengan dukungan juga support dari para senior, maka berangkatlah sehari sebelum hari H. Tepat pada Kamis, 17 Oktober 2019, pra keberangkatan para kader kumpul di rumah ketua IPNU Way Kanan, Rekan Nufi M Yusuf yang berada di Kampung Bumi Merapi, Kecamatan Baradatu. Guna membahas persiapan pra keberangkatan. Dalam rapat singkat yang dipimpin oleh ketum IPNU sendiri menghasilkan beberapa keputusan diantaranya; kader yang menyatakan akan berangkat menghadiri konbes dan rakernas sebanyak 9 kader IPNU yang terdiri dari Ketua Nufi M Yusuf dan Wakil Ketua Rekan Nandang Kurniawan, Komandan dan tiga pasukan Corps Brigade Pembangunan (CBP), serta rekan Trisno, Arief, dan Disisi, selaku ketua, sekretaris, dan satu anggota Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Baradatu. Keberangkatan menggunakan sepeda motor milik kader dengan bahan bakar ditanggung oleh cabang. Kita pun sepakat bahkan apabila nanti asupan dana kas yang dimiliki kurang, setiap kader siap  untuk patungan atau iuran. Sebagai kader yang militan, apa saja akan dikorbankan demi kebaikan organisasi.

    Pukul 15.45 wib rapat selesai, semua kader siap-siap untuk berangkat. Ada sebagian kader yang pulang kerumah guna mempersiapkan peralatan. Sembari menunggu beberapa kader yang masih pulang kerumah, Ketua IPNU, Rekan Nufi mendapat telepon dari salah satu senior, yakni Ustadz Susilo (Ketua IPNU Way Kanan periode kedua). Dalam percakapan singkat melalui telepon tersebut disimpulkan bahwasanya Ustadz Susilo mengajak untuk berbarengan menuju lokasi konbes dan rakernas. Beliau ada kegiatan perkuliahan pasca sarjana di Kota Metro. Kebetulan beliau membawa mobil dan seorang diri, oleh sebab itu beliau mengajak untuk berangkat bersama-sama.
       Alhasil, pada pukul 17.15  wib  rekan Nufi mengumumkan kembali melalui pesan singkat, pemberangkatan diundur setelah ba'da Isya dengan menggunakan mobil bersama demisioner IPNU Way Kanan. Namun ada beberapa kader yang sudah terdahulu berangkat menuju lokasi tanpa konfirmasi terdahulu kepada ketua, dengan menggunakan sepeda motor. Yakni; kader CBP. Mengetahui hal itu rekan Nufi mengajak kembali dua kader untuk bisa ikut rombongan. Pada saat itu rekan Muhlisin dan Rekanita Faridatul Khusna (Sekretaris Cabang IPPNU Way Kanan) menyatakan siap untuk ikut. Usai ba'da Maghrib seluruh kader berkumpul dikediaman mertua Ustadz Susilo sembari menunggu waktu Isya.
       Kurang lebih tiga jam perjalanan melintasi jalan lintas Sumatera dan dibantu dengan tol. Sekitar pukul 00.15 Wib rombongan sampai di lokasi konbes dan rakernas. Suasana malam itu terlihat sepi sebab sudah larut malam, sebagian para kader yang hadir sudah tertidur namun sebagian masih berbenah. Rombongan dari Way Kanan disambut baik oleh panitia, kami diarahkan pada sebuah kamar kosong di belakang rusunawa untuk dijadikan sebagai tempat istirahat dan menaruh barang bawaan.

    Pada Jum'at, 18 Oktober 2019 siang. Usai pembukaan konbes dan rakernas yang dihadiri Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjend PBNU) bapak H Helmi Faizal, Kader IPNU dari berbagai wilayah se-Indonesia, PWNU Lampung, dan PCNU Pesawaran. Rombongan dari Way Kanan berbincang ringan mengenai kader IPNU IPPNU Way Kanan yang berada di tanah rantau/kota yang tergabung dalam ikatan pelajar NU. Akhirnya tercetuslah ide brilian untuk mengadakan pertemuan sembari menjalin komunikasi dan silaturahmi kekuarga besar di sela-sela konbes dan rakernas.
     Di hari kedua, tepat pada pukul 15.00 melalui pesan singkat, Rekan Nufi dibantu dengan rekan Trisno mengumpulkan beberapa kader baik IPNU maupun IPPNU yang tergabung dalam Ikatan Pelajar NU yang berada di tanah rantau dan turut hadir di konbes dan rakernas, dengan titik kumpul di panggung utama.

   Pertemuan singkat sore itu begitu indah dan luar biasa. Menjadikan kita saling mengenal satu dengan yang lainnya. Yang unik dan paling mengesankan yang tak bisa terlupakan, adalah ketika beberapa kader yang kuliah di UIN Raden Intan Lampung. Sama-sama berasal dari satu kampus dan ikut gabung dalam paduan suara yang turut memeriahkan konbes dan rakernas. Yang notaben ketemu setiap hari untuk latihan. Mereka saling kenal, namun tidak tahu jika sama-sama berasal dari Way Kanan. Pada saat ketemu dalam forum yang digagas oleh ketum Nufi, meraka saling kaget dan auto ngakak. Bagaimana tidak, satu kampus, satu ikatan, namun tidak saling tahu jikalau sama-sama berasal dari satu daerah.
    Begitu luar biasa dan barokah pertemuan singkat melalui konbes dan rakernas ini. Tak banyak yang kita obrolkan dalam forum. Sebagaimana seperti biasa, hal utama adalah perkenalan untuk mengenal satu dan yang lain dan tentunya agar lebih akrab lagi.  Tidak rugi bisa ikut menjalin ukhuwah bersama rekan dan rekanita, bisa saling mengenal dan tentunya tukar kontak untuk menjaga komunikasi diluar forum, tukar pikiran dan wawasan.

   Kita berharap melalui pertemuan singkat itu mampu menumbuhkan rasa kepedulian sesama kita, menjalin ukhuwah yang baik, dan tentunya komunikasi serta silaturahmi saling terjaga. Kita tak tahu kapan dan dimana Allah pertemukan kita kembali, kita harap jika sewaktu-waktu bertemu kita saling bertegur sapa dan tidak saling cuek. Dan hal yang paling kita harapkan terutama bagi kader-kader IPNU maupun IPPNU yang berada di tanah rantau, ketika nanti kembali ke tampat asal (Way Kanan) dapat membantu, bersinergi dan berkontribusi mengembangkan sayap IPNU IPPNU di Bumi Ramik Ragom.
    Saat ini masih banyak yang belum tahu akan IPNU IPPNU, wabil khususnya di Way Kanan. Bahkan ada yang bilang bahwa IPNU IPPNU di Way Kanan belum ada. Padahal begitu banyak kegiatan dan aktivitas yang telah dilaksanakan dan tersyi'ar di Bumi Ramik Ragom. Hanya saja kurang terkaper dalam media. Hal ini menjadi PR bagi kita semua, terutama kader-kader IPNU IPPNU untuk lebih mensyi'ar-kan IPNU IPPNU baik secara nyata maupun di dunia maya (sosial media).
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive