Saturday, April 11, 2020
Essai : Kartini Dimata Pemuda
Oleh : Disisi Saidi Fatah
Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat Raden Ayu Kartini (R.A Kartini) merupakan sosok wanita pribumi dari keturunan bangsawan, anak ke lima dari sebelas bersaudara yang lahir di Jepara, pada 21 April 1879. Seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia, yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan pribumi. Wanita yang sangat antusias dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Namun sayang, sebab keharusan orang tua, Kartini hanya boleh menimba ilmu hanya sampai sekolah dasar saja, sebab ia harus di pingit. Kartini merupakan wanita yang sangat gemar membaca dan menulis, oleh sebab itu dan tekad bulad untuk mencapai cita-citanya. Ia mulai mengambangkan bakat dan ilmunya dengan belajar menulis dan membaca bersama teman sesama perempuan nya. Saat itu juga ia belajar bahasa Belanda, berkat itu ia mulai belajar sendiri dirumah dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Dari situlah timbul keinginnannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Oleh orang tuanya, Kartini dijodohkan dengan Bupati Rembang yakni; K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Perjuangan Kartini tidak berhenti disitu saja, beruntung Kartini memiliki suami yang selalu mendukung akan cita-citanya untuk memperjuangkan pendidikan dan martabat kaum perempuan. Sebab mengerti akan keinginan Kartini, K.R.M Adipati (suaminya) memberikan kebebasan dan dukungan untuk mendirikan sekolah wanita disebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang, atau sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
R.A Kartini adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri dihati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, ia mampu menggugah kaumnya dari terbelunggu diskriminasi.
Kartini Dimata Pemuda
Kartini adalah seorang wanita biasa yang memiliki karier luar biasa pada masanya, bahkan sampai saat ini masih tertinggal jerih payah dan perjuangannya. Ia adalah wanita yang pemberani dalam memperjuangkan kesetaraan dan derajat wanita atau yang lebih sering kita kenal dengan perjuangan emansipasi wanita.
Dengan pena ia menuliskan surat-surat yang bertujuan untuk membuka pikiran bangsa Indonesia, bahwa seorang perempuan layak menyandang pendidikan tinggi, seorang wanita seharusnya tidak wajib dinikahkan pada usia belia, yang pada dasarnya mengecap bangku pendidikan yang sepadan dengan usianya. Wanita berhak berkarir tinggi, wanita juga berhak mendapatkan kebebasan dan kesamaan baik dalam kehidupan maupun dimata hukum.
Alhamduillah, dari perjuangan beliau yang hanya dengan sebuah pena dan kertas, ia mampu membuat wanita Indonesia mendapatkan kebebasan untuk berpendidikan dan berkarir tinggi. Ia juga sosok yang menginspirasi banyak wanita untuk lebih peduli terhadap pendidikan, membangkitkan semangat dalam menuntut ilmu, dan memberikan pandangan yang luas pada dunia bahwa perempuan mampu menjadi promotor.
Teruntuk Wanita-Wanita Nusantara
Seorang wanita harus berpikiran luas sebagaimana R.A Kartini, beliau memberikan peluang untuk wanita Indonesia guna mempertahankan martabatnya sendiri. Sebagai wanita yang menghargai perjuangan, kita harus cerdas apalagi wanita-wanita dalam generasi milenial. Sebab generasi milenial memiliki pandangan dan pola pikir yang luas.
Pada dasarnya wanita itu istimewa, ia membawa kehormatan dan martabat bagi keluarga. Sudah seharusnya generasi sekarang bisa untuk lebih serius lagi dalam hal belajar. Sebab masih sangat sulit bagi beberapa orang untuk mengenyam pendidikan dibangku sekolah. Jika kita diberikan kebebasan dalam hal belajar, maka belajarlah dengan sungguh-sungguh dan jika kita diberikan kebebasan dalam hal bekerja, maka bekerjalah dengan sebaik mungkin. Yang paling penting adalah hal dalam bergaul, kita boleh mencari teman sebanyak-banyaknya selagi ia memberikan hal yang positif. Jagalah apa yang ada pada diri kita tanpa harus merusaknya.
Teruntuk wanita-wanita diseluruh penjuru dunia, terkhususnya Indonesiaku. Aku tahu setinggi apapun pendidikan seorang wanita. Tetap ia akan berakhir dalam ranah keluarga dan menjadi seorang ibu rumah tangga, namun jangan jadikan hal tersebut sebuah alasan untuk berhenti mencari ilmu, ketahuilah generasi cerdas itu terlahir dari orangtua yang cerdas.
Berpendidikanlah setinggi yang bisa kita gapai, jadilah wanita yang cerdas sekalipun berpofesi sebagai seorang ibu rumah tangga. Sebab wanita harus memiliki pengetahuan yang tinggi setidaknya ia bisa mendidik dan memberi pengetahuan pada anak-anaknya. Namun jika kita berhenti mencari ilmu, lantas apa yang akan kita berikan untuk anak kita nanti?
Teruntuk wanita-wanita penyandang disabilitas ataupun wanita-wanita yang sedang berjuang diluar sana dalam melawan penyakit yang tak kunjung sembuh. Kuatlah, sebab engkau adalah wanita yang kuat, teruslah berjuang untuk masa depan. Penyakit bukanlah sebuah alasan untuk menunda kesuksesan dan penghalang untuk terus mengenyam ilmu pendidikan. Teruslah tersenyum menebar kebaikan, raihlah ilmu dimana dan kapanpu itu, sebagaimana pesan ibu kita Kartini dalam filosofinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Percayalah setelah sakit akan ada kesenangan, badai pasti akan berlalu dan setalah badai berlalu akan muncul pelangi yang indah dilangit jingga. Dan setelah kegelapan akan ada cahaya yang bersinar dengan terang benderang.
Islam Nusantara Bukanlah Sebuah Kepercayaan Baru

Oleh : Senja Jingga Purnama
Instagram : @pecandusastra96
"Pernahkan kita beristighfar dalam hati? Jika pernah, selamat saya ucapkan, sebab disaat kita membaca istighfar dalam hati maka disaat itu pula Allah telah melihat hati kita. Mari bersihkan hati kita dari segala keburukan, terutama berburuk sangka. Yang kita anggap benar, belum pasti benar kebenarannya dihadapan Allah. Begitupun sebaliknya, apa yang kita anggap salah, belum tentu salah dihadapan Allah. Sebab kebenaran hanya milik Allah semata"
Lihatlah!
Berikut adalah puisi-puisi karya Senja Jingga Purnama (SJPurnama) @pecandusastra96
Lihatlah
Lihatlah!
Bulan yang bersinar terang malam ini
Langit membiru kelam menemaninya
Secangkir kopi
Menemani malamku menikmati sinar rembulan itu
Menyambangi kenangan yang terukir indah dalam memori
Masihkah kau ingat masa itu?
Kau tersenyum menatapku
Kita bersua menghabiskan malam, bercengkrama
Hingga larut malam, angin menusuk sampai tulang berulang
Barulah kita memejamkan mata dengan selimut cinta
Yah. Mungkin semua hanya tinggal memori usang
Yang menjadi kenangan
Bumi Ramik Ragom, 12 November 2019
Penantian Panjang
Tak lama lagi panantian panjang akan segera usai
Debu jalanan juga musim gugur akan tergantikan
Kerutan pada bibir dan kening itu
Kupastikan segera berakhir dengan senyum merekah penuh bahagia
Benih yang kau tanam pada rahim wanita yang kau sayang
Akan segera tumbuh subur, berpijak pada tanahnya tuhan
Akan terhiasi warna-warni hari oleh sang buah hati
Tak lagi ada kegelisahan, kesedihan, juga kesendirian
Lihatlah!
Terik panas matahari mulai surut
Awan menggumpal menjelma hujan, mengiringi isak tangis sang buah hati
Menyambut tamu dari sang ilahi
Kelak malaikat kecil itu yang akan menjadi penolongmu
Sebagai lentera penembus kegelapan
Penghancur kedzaliman
Penegak kebenaran
Lampung, 06 November 2019
Sandiwara Apa?
Mungkin sikapmu bisa kau manupulasi
Tutur bahasamu yang seolah tak senang terhadap diriku
Namun kau tak akan pernah mampu
Untuk membohongi segenap rasa yang sudah kau tanamkan dalam hati kecilmu
Aku tahu kau cinta
Hanya saja kau pura-pura tak suka
Sudahlah sudahi saja sandiwara
Jujur saja atas segala rasa
Bumi Ramik Ragom, 8 Oktober 2019
Aku Heran
Tapi mereka lupa bahkan sama sekali tak tahu apa makna yang terkandung di dalamnya
Teriak takbir secara lantang
Tapi lupa makna dari takbir itu sendiri
Allahuakbar Allahuakbar
Tapi malas-malasan ketika Allahuakbar itu dikumandangkan
Allahuakbar Allahuakbar
Laailahaillallah
Yang tidur semakin nyenyak
Yang cari nafkah semakin lalai, dengan dalil lelah, cape dan sebagainya
Tanpa ragu dengan lantang mengucapkan Laailahaillallah
Dengan dalil jihad fii Sabilillah
Tapi lupa makna Laailahaillallah itu seperti apa?
Sholat sering lupa, puasa malas-malasan, shodaqoh apalagi!
Lalu jihad seperti apa yang kau namakan
Jihad atas siapa?
Aku heran
Sangatlah heran
Bumi Ramik Ragom, 23 Juli 2019
Sumber : NU Lampung Online
_________________________________________________
Disisi Saidi Fatah merupakan pria berdarah Lampung yang hobi membaca dan berpuisi. Pria penyuka warna biru ini menghabiskan waktunya bersama organisasi; ia aktif di berbagai organisasi kepemudaan. Diantaranya; Ikatan Pelajaran Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Way Kanan, dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Way Kanan. Kenal dunia literasi sejak tahun 2016 dan hobi menulis puisi sejak patah hati.
Optimis Pada Mimpi | Puisi-Puisi Disisi
Optimis Pada Mimpi
Allah menciptakan mahluk-nya dengan sempurna
Tak ada mahluk ciptaan-nya yang salah tercipta
Begitu pula dengan cobaan yang ia berikan
Semua tak melebihi batas kemampuan seorang hamba
Jangan kaget, ketika kita diberikan cobaan oleh-nya
Inilah kehidupan penuh cobaan dan rintangan
Janganlah berlarut dalam kesedihan dan keterpurukan
Kehidupan diluar sana menantikan kebangkitan kita
Teruslah berbuat kebaikan dan bergerak
Sebab Allah tak suka hamba yang banyak mengeluh dan mengeluh saja
Tetap optimis pada mimpi-mimpi dan kerja keras kita
Jangan pernah pesimis selagi baik dihadapan-nya
Ingat, setiap cobaan yang diberikan olehnya
Ada hikmah dan pelajaran untuk semua
Yakinlah sinar surya akan kau dapatkan pada waktunya
Nusantara, 18 Februari 2018
Hidup Bukan Pada Sugesti Negatif
Jika hidup adalah proses menuju kebaikan
Sudah wajar apabila banyak godaan dan rintangan
Sebab proses tak selamanya indah kawan
Proses itu panjang
Proses itulah yang akan menentukan kita kedepan
Seberapa besar kesabaran kita
Dan seberapa tulus kita berada dijalan itu sendiri
Orang sekitar kita, tak semuanya baik
Tidak juga semuanya mendukung
Terhadap apa yang kita jalani
Oleh sebab itu, kesabaran dan keimanan sangat diperlukan
Teruslah melangkah, mengikuti alur proses kebaikan
Tak usah hiraukan sugesti-sugesti negatif dari mereka
Yang tak pernah suka dan tak rela melihat giat kita
Biarkan sugesti negatif mereka makan dengan sendirinya
Nusantara, 13 Februari 2018
Teruslah Melangkah
Wahai sang pencerah
Teruslah melangkah
Jangan pernah menyerah
Dan pabila kau lelah, istiharatlah
Janganlah putus asa,
Terhadap yang telah tuhanmu berikan
Syukuri dengan hati tulus setiap detak napas
Teruslah melangkah
Gapailah asa yang telah lama kau impikan
Sebab, hanya kaki yang akan berjalan lebih banyak dari biasanya
Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasa nya
Mata yang akan menatap lebih lama
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas
Lapisan tekat yang ribuan kali lebih kuat dari baja
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasa nya
Serta mulut yang tak henti berdoa
Berharap, kejaiban dari nya
Sang kholik kita semua
Way Kanan, 07 Februari 2018
Bait-Bait Puisi
![]() |
| Gambar hanya sebagi pemanis belaka. Senja Jingga Purnama. Dok Pribadi. 2018. Ist |
Oleh : Disisi Saidi Fatah | Senja Jingga Purnama
Instagram : @pecandusastra96
Adalah kebiasaan yang sedangku alami
Berlama-lama bermain dengan kata, rima dan nada yang mengajakku menari-nari dengan bayang semu
Melukiskan indah senyum pada bibir mungilmu
Senyuman yang kerap kali menjadi kobar semangat bagiku
Binar bening tatap matamu, menjadikanku untuk selalu menetap dan berpaling pada yang lain
Teduh wajahmu adalah sebagian bahagia yang kupunya
Luka dalam setiap baitku
Adalah luka yang tak mampu ku bagi denganmu
Luka sebab rindu untuk bersua, yang terpisahkan oleh waktunya kita
Luka untuk saling bertatap muka, yang terpisahkan jarak antar kita
Setiap bait bait tertulis
Aku berusaha untuk tidak menghakimimu
Sebab aku tahu, setiap kata terucap adalah doa
Yang akan menjadi nyata pada masanya
Bumi Ramik Ragom, 05 Nov 2019
















