Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Search Bar

Saturday, February 22, 2025

Lima Pusaka Kehidupan dari Novel Janji karya Tere Liye

Novel Janji. Foto oleh rsmajreha_mursaha (ig). Ist



"Kau akan lebih menyesal bukan karena kau melakukan sesuatu dan ternyata itu gagal atau keliru. Kau akan lebih menyesal saat kau tidak pernah melakukan sesuatu, mengingat betapa tidak beraninya kau mengambil keputusan," Tere Liye dalam Novel Janji, halaman 337.
Share:

Keajaiban Waktu Subuh dan Keistimewaannya Dalam Perspektif Islam

 

Keajaiban Shalat Subuh (Buku Republika). Gambar Oleh Pecandu Sastra@2023.ist


           Manusia ibaratnya seperti pohon atau bangunan. Akar dan fondasinya adalah iman, cabang dan dindingnya adalah ibadah. Dalam perumpamaan lain, kita tidak dapat menyelamatkan pohon yang akarnya sakit dengan menyemprotkan obat pada cabang-cabangnya, kita pun tidak dapat memperbaiki sebuah bangunan yang fondasinya telah goyah dengan hanya mengecat dindingnya. Seperti contoh di atas, seorang mukmin yang melalaikan shalat, harus terlebih dahulu menguatkan iman agar dapat merangkul shalat dengan segenap tangannya. (Keajaiban Shalat Subuh, Cemil Tokpinar, Halaman 4).

Share:

Ajari Anak Berani Melalui 'Anak Penangkap Hantu'

 

Buku Anak Penangkap Hantu, Adam Putra Firdaus. Foto oleh Pecandu Sastra. Ist

           Seringkali kita ketika mendengar kisah-kisah horor atau cerita hantu yang seketika membuat bulu kuduk berdiri! Terlepas itu benar atau hanya sebagai bahan untuk menakut-nakuti kita, tapi memang cukup ampuh juga ya buat senjata ibu-bapak kita supaya kita nggak keluyuran. 

Share:

Lebih Dekat Dengan Sang Pencetus 'Resolusi Jihad' Melalui Komik Edukasi

Komik Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari, Gambar oleh Fatah. Ist


           K.H. Hasyim Asy'ari merupakan salah satu ulama Nusantara yang memiliki keilmuan mendalam, serta semangat perjuangan yang besar. Ilmu dan semangatnya mampu menjadi penggerak bagi kaum muslimin guna melawan kedzaliman penjajah. Ia memiliki prinsip hidup yang tegas, akidahnya kokoh, jiwanya berani, dan sikapnya lemah lembut terhadap sesama.

Share:

Sajak Demokrasi Untuk Sahabatku

Ilustrasi Pemilu. Freepik. Ist


Oleh: Disisi Saidi Fatah


Ada yang Datang Tanpa Diundang

Share:

Kapan Waktu Mustajab di Hari Jum'at?

Panorama di sore hari. Diambil oleh Fatah. 2024. Ist



           Hari Jum'at merupakan salah satu hari terbaik di dalam Islam, selain memiliki kedudukan tersendiri-baik dari sisi keutamaan, sejarah, juga disyaratkan amal-amalan sunnah yang berlipat ganda pahalanya. Oleh karena itu hari Jum'at harus disambut dan dirayakan dengan riang gembira. 


Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: "Hari terbaik terbitnya matahari adalah pada hari jum'at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu pula dimasukkan ke dalam surga dan pada hari tersebut dia dikeluarkan dari surga, " (HR. Muslim). 


Sebagai hari terbaik, maka sudah selayaknya kita menyambut dengan semangat penuh kebaikan dan dengan niat beribadah karena Allah semata. Jika di hari-hari lain kita bersemangat, maka pada hari jum'at harus lebih bersemangat. Jika pada hari lain kita banyak beribadah kepada dan karena Allah, maka di hari jum'at harus lebih banyak lagi. 


Selain dari pada itu, ada satu hal yang harus kita pahami dan manfaatkan betul peluangnya. Ialah waktu mustajab di mana doa-doa kita diijabah oleh Allah swt. Waktu mustajab tersebut terdapat pada hari yang mulia ini; hari jum'at. Oleh karenanya, mari kita manfaatkan waktu ini dengan bermunajat kepada Allah sembari melantunkan doa-doa penuh harapan hanya kepada-Nya dan oleh karena-Nya. 


Sebagaimana diriwayatkan di dalam hadist Nabi oleh Muslim dalam kitab sahihnya, dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Sallam, bersabda; "Sesungguhnya pada hari jum'at terdapat saat tidaklah seorang muslim mendapatkannya dan dia dalam keadaan berdiri (shalat), dia meminta kepada Allah satu kebaikan kecuali Allah memberikannya, dan dia menunjukkan dengan tangannya bahwa saat tersebut sangatlah sedikit." [HR.Muslim No. 852 dan Bukhari No. 5294].


BACA JUGA: Mengapa Waktu Subuh Begitu Istimewa? 


Mengenai makna dari pada hadist tersebut, Syaikh Sa'ad bin Turki Al-Khotslan mengatakan, maksud dari pada waktu mustajab pada hari jum'at, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi tersebut tidaklah lama, hanya sebentar-tidak sampai satu jam. 


Maksud waktu di sini, hanya beberapa saat. Waktu yang paling diharapkan bertepatan dengan waktu doa mustajab di hari jum'at adalah saat-saat terakhir sebelum matahari terbenam di hari jum'at, dan di akhir siang pada hari jum'at. Saat itulah kemungkinan besar waktu mustajab. 


Begitu pula saat khatib naik mimbar, sampai selesai sholat jum'at. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Imam Ibnul Qayyim Rahimakumullah, dua waktu ini yang paling besar kemungkinannya sebagai waktu mustajab di hari jum'at. Pertama, saat-saat terakhir waktu asar atau menit-menit terakhir terbenamnya matahari di hari jum'at. Kedua, saat khatib naik mimbar sampai selesai sholat jum'at.


Mari kita manfaatkan waktu ini untuk bermunajat kepada Allah dengan doa-doa terbaik. 


Wallahu Alam 

Share:

Yang Sakit Adalah Kenangan

 

Senja. Dokpri. 2022

Yang sakit adalah kenangan, merupakan rangkaian puisi-puisi Pecandu Sastra atau Disisi Saidi Fatah. Puisi-puisi ini ditulis di Lampung usai perjalanan panjang di Jawa Barat. 

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive