Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Thursday, April 19, 2018

Menebar Damai di Dunia Maya


Gambar oleh Kompasiana.com | Ist



Seperti yang sudah kita ketahui bahwa arus informasi saat ini sangat cepat dan mudah sekali, apalagi kita berada pada era digital dan internet dimana semua dapat kita raih hanya dengan sentuhan dan dalam genggaman tangan. Dalam hitungan jam bahkan hitungan menit saja kita bisa mendapatkan apa yang kita butuhkan, begitu banyak informasi yang bisa akses melalui smartphone dan gadget kita.
Namun seiring berkembangnya teknologi tentu saja makin banyak problema yang kita hadapi, salah satunya ialah informasi tidak benar atau berita bohong yang dalam bahasa keren nya ialah hoax.

Virus-virus hoax ini dapat menyerang siapa saja yang kurang paham akan teknologi atau yang sering disebut gaptek, individu yang kurang minat baca, dan masyarakat awam. Berita hoax tidak hanya terjadi dan dikomsumsi oleh masyarakat atau individu pengguna internet saja, namun pada zaman ketika dunia masih sangat sederhana dalam mengolah informasi, berita-berita palsu telah dijadikan sebagai propaganda oleh satu kelompok untuk melemahkan kelompok lainnya.
Kita bisa melihat sejarah kembali ketika masa perang dingin (cold war) dua blok, Amerika dan Uni Soviet paling gencar dalam memproduksi berita palsu untuk meyakinkan kepada suatu pihak namun memukul pihak lawan. Saat perang dunia ke II juga, kekalahan Nazi dari pasukan sekutu tidak terlepas dari adanya berita hoax yang disebarkan oleh agen sekutu, bahkan meletusnya perang dunia saja dipicu oleh informasi yang tidak terpercaya dan tidak akurat, tidak semata disebabkan oleh perebutan kekuasaan saja.

Di era internet, berita hoax dan isu-isu kebencian dengan sangat mudah di produksi dan sangat cepat menyebar dan diserap oleh masyarakat, hal ini disebabkan karena minimnya minat baca pada masyarakat kita. Dalam sejarah perkembangan media massa, kita pernah mengenal yellow journalism yakni media-media yang melakukan propaganda terhadap masyarakat terkait berita bohong, hal ini bukan disebabkan oleh kebenaran konten berita melainkan seberapa besar judul dalam pemberitaan yang dapat menarik minat pembaca, tidak heran dengan judul yang panjang seolah mewakili konten berita, apalagi minat baca bangsa kita masih berkurang sehingga judul berita tersebut ditafsirkan sebagai sesuatu yang benar.

Menurut data www.internetworldstats.com pada Maret 2008, pengguna internet diseluruh dunia mencapai angka 1.355.110.631 orang. Indonesia merupakan negara kelima setelah South Korea dengan pengguna internet terbanyak.
Salah satu tujuan dari penyebaran virus hoax dan isu kebencian ini yakni ingin memecah belah bangsa dan target utamanya adalah para pemuda, sebab pengguna internet lebih banyak didominasi oleh para pemuda terutama para pelajar dan mahasiswa. Di era digital ini kita harus lebih bijak dan cerdas dalam memilih dan memilah informasi baik di internet atau melalui media sosial (medsos).


Begitu banyak sekali kita jumpai informasi hoax dan isu kebencian yang disebar luaskan oleh kelompok radikal dan kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah bangsa .
Dalam penanganan kasus ini, tentu kita harus angkat senjata, berperang dan berjihad di dunia maya. Berjihad, bukan semata-mata berperang dijalan Allah, namun dalam memerangi berita bohong, ujaran kebencian dan konten-konten negatif yang tersebar luas di dunia maya ialah jihad juga. Kita harus lebih cerdas dan kreatif dalam menerima berbagai macam informasi yang tersebar.

Hal ini harus kita lawan dengan cara yang sama yakni dengan menyebarkan konten-konten positif yang bisa mengedukasi para pengguna internet dan medsos agar lebih baik lagi. Serta menyebarkan virus-virus baik di medsos, seperti mempublikasikan hal-hal yang dapat mempersatukan dan mempererat bangsa. Kita juga harus menjadi masyarakat yang jeli dan lihai dalam menerima informasi, dibaca, dikaji, dan dicermati terlebih dahulu jangan hanya membaca judulnya saja terus langsung disebarkan. Kita juga harus banyak membaca, sebab dengan membaca kita akan tahu mana hal yang baik dan yang buruk serta menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita.



------------------------------------------------------------------------
Penulis adalah alumni Hypnotherapy Karya Tunas Bangsa, Baturaja, Sumatera Selatan.
Penulis dapat dihubungi via Instagram @DisisikuDisisimu
Share:

Sunday, April 15, 2018

Dear Penyemangatku (1)



Dear  : Penyemangatku

    Aku melihat semakin hari dirimu semakin berubah, begitu juga dengan sikap dan caramu tak lagi sehangat dulu. 
Entah apa yang telah membuatmu berubah, mengapa begitu cepat dan begitu mudahnya.

Begitu cepat kamu berubah, padahal baru saja kemarin kita saling berbagi cerita, tertawa bersama, bercanda, dan kita selalu kompak. Namun seiring berjalannya waktu kamu pergi, disaat aku sedang membutuhkanmu pula. Disaat semua menjauhiku engkaupun ikut menjauh.

Wahai penyemangatku, tahukan hanya kamu penyemangatku. Kamu adalah puisi-puisiku, kamu adalah inspirasi, dan segenap rindu.

Mungkin kamu tahu, begitu banyak kawan yang dekat dan akrab denganku. Namun jujur hanya kamu yang mampu membuat tenang, hanya kamu yang mampu memberi semangat, disaat lelah dan disaat setiap masalah berdatangan dan tak kunjung pulang.

Cukup sudah sandiwara ini. Aku lelah, aku cape. Bahwa setiap sandiwara ini hanya membuat luka semakin lama. Aku hanya berpura-pura bahagia bersama mereka, itu semua agar kamu bisa kembali berubah seperti dulu.  Dimana kasih sayang, perhatian, dan sikapmu dahulu. 
Sampai hati kau pergi meninggalkanku seorang diri.

Tahukah kamu?
Setiap obat luka, penawar pilu dalam diri, dan setiap rinduku itu hanyalah kamu. Iya hanya kamu.
Sebab hanya kamu yang mampu membangkitkan semangat baru itu. Semangat yang dahulu tenggelam dalam kalbu.

Pulanglah sayang
Kembali dalam pelukan
Jangan biarkan diri terbuang
Terasing dalam dunia orang
Yang tak bertuan

Rindu kamu sayang
Rindu kamu penyemangatku
Rindu kamu ALFA-KU



Untukmu Alfaku,
ASHD, 15 April 2018

Share:

Saturday, April 14, 2018

Melawan Lupa : Dalam Rangka Milad NU ke 95

NU Online | Ist



Sejarah Pertama:
Pada tahun 1924-1925 keluarga Saud menaklukkan Hijaz. Mereka melarang selain mazhab Hambali berlaku di Makkah dan Madinah. Ini terjadi intoleransi  yg akut.
Komite Hijaz (cikal bakal NU) meminta raja Saud agar mazhab Hanafi, Maliki dan Syafi'i dibolehkan di Haromain.

Dalam rangka "pemurnian Islam" wahabi membongkar situs-situs Islam, seperti makam para Sahabat, para wali. Bahkan kubah makam Rasululloh SAW pun hendak mereka bongkar, namun tidak jadi karena perjuangan NU.

Sejarah Kedua
Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari mobilitas masa yg menjadi milisi dan pejuang kemerdekaan, oleh kiyai kiyai Pesantren NU.
Sudah jadi rahasia umum: siapa penggerak resolusi jihad yang menimbulkan perang akbar melawan sekutu di Surabaya 10 November?
Jawabannya yakni, Bung Tomo yang merupakan santri NU.

Sejarah Ketiga
Pada tahun 1960 Bung Karno mengakomodasi PKI dalam politik NASAKOM (Nasionalisme, Agama, Komunis). Nasionalis diwakili PNI, Komunis diwakili PKI dan agama diwakili NU.
Semua organisasi agama saat itu tidak mau gabung Nasakom. Alasannya: Politik sesat dan membahayakan.
NU tahu itu. Tapi kalau dibiarkan komunis menempel bung Karno, siapa yg akan menghalangi dan meminimalisir?

Maka walaupun waktu itu kyai NU yakni: KH Syaekhu difitnah sebagai penjilat pantat Soekarno. Terus menempel Soekarno. Alasannya sangat ushuli:

 ارتكاب أخف الضررين

"Memilih kemadaratan yg minim dari dua madarat."

Ternyata cukup berhasil.

Sejarah Keempat
Di era ORBA, NU awalnya bernafas lega bisa join dengan rezim Soeharto, setelah bersama ABRI menghabisi PKI. Tapi ternyata pahit. Soeharto banyak menghabisi NU. Mencurigai NU yang jadi lumbung partai PPP, dan anti GOLKAR partai pemerintah. Banyak muballig NU yg ditangkap karena kritis pada pemerintah.
Baru pada tahu 90-an Soeharto mendekati NU karena ditinggalkan Amerika, paska bubarnya Uni Soviet.
Dan di awal tahun 80-an saat deparpolisasi, NU lah yg pertama menerima asas tunggal PANCASILA.

Sejarah Kelima
Ketika reformasi bergulir, Indonesia oleh barat nyaris dikatakan bubar. Kepemimpinan BJ Habibi membuat desintegrasi; lepasnya Timor Leste.

Gus Dur jadi presiden dengan jurus-jurus "dewa mabuk" sulit dipahami rakyat. Tapi ia menyelamatkan Indonesia tetap menjadi Indonesia. Sekarang terasa ketika Gus Dur tiada: Syi'ah sulit dikendalikan, radikalisme merangkak membengkak, kristenisasi semakin marak.

Gus Dur ketika itu menghentikan syi'ah dengan kata-kata halus dan intrik: "Syi'ah itu NU plus imamah, NU itu syi'ah minus imamah". (hingga orang syi'ah tertipu dengan tidak mau dakwah syi'ah).
Kristenisasi dibendung dengan intrik Gus Dur:
"Semua agama benar (para misionaris kendur dalam misi kristenisasinya)." Itulah Gus Dur yang mempunyai cara sendiri untuk melindungi bangsa Indonesia agar tetap aman. Pandangan orang awam kesannya salah. Tapi, dikemudian hari,  cara dakwah Gus Dur banyak terbukti kebenarannya.

Era Jokowi
Radikalisme mengancam NKRI semakin terasa dan memfakta. Pemerintah berlindung kepada NU. Dan NU kembali dirasakan kehadirannya.

Hari ini berbondong bondong dari berbagai negara datang: ingin belajar ber-Islam ala NU. Karena Islam di Timur Tengah rentan dengan konflik. Gampang *dibikin jadi pemberontak terhadap pemerintahnya yang sah* contoh: Suriah, Irak, Libya, Yaman, Saudi, Mesir dan lain-lain. Ketika pulang: mereka mendirikan NU. Sudah lebih 46 cabang NU di luar negeri. Bahkan Singapura pun datang bertanya menelisik ttg Islam ala NU.

Khazanah Keilmuan NU
Di manakah pusat NU?
Di semua Pesantren NU.
Di sana diajarkan kitab-kitab keislaman berstandar Sunni Internasional:
Jurumiyah, Kailani, Alfiyah, Jauhar Maknun, Mugni Labib, Sulam Munauroq. Waroqot, Jam'ul Jawami. Ihya Ulumidin, Hikam, Jalalain dan lain-lain.  Semua kitab Internasional Timur Tengah di atas sudah diajarkan di Pondok Pesantren NU seluruh Indonesia. *Dan kitab-kitab tersebut jadi pegangan pula di Universitas al Azhar Mesir.*

Oleh karena itu, maka ketika mu'tamar NU, datanglah ulama Timur Tengah seperti: Syeikh Wahbah Zuhaili imam, dan ulama' Timur Tengah Lainnya.

Apa Anda meragukan keilmuan orang NU dalam keilmuan Islam? Cari ormas selain NU di Indonesia yang mengajarkan dan cakap baca kitab Jam'ul Jawami' imam Subki?

Kiyai-kiyai Nu pada cakap ilmu nahwu, shorof, balaghoh, ushul fiqih, mantiq, fiqih dan tafsir : Ilmu Syari'at. Lalu mereka mengamalkan dengan ilmu hakikat, thoriqoh, ilmu tasawwuf. Mereka adalah orang NU. Dan saya sadar jika harus mempertahankan dan membela NU.

NU adalah perahu besar. Kata santri Jombang: "KH Hasyim Asy'ari sebelum mendirikan NU, solat istikhoroh 3 tahun !"

JIKA INDONESIA INGIN TETAP AMAN, MAKA SOLUSINYA ADALAH SAVE NU !

SELAMAT HARLAH NAHDHOTUL ULAMA KE 95


Sumber : Groups Whatsapp NU Daerah
Share:

Subuh Berlabuh

Oleh : Arfa Arkana Eounoia


Ilustrasi | IST


     Berbeda dengan hari kemarin yang sudah biasa terlewati olehku. Tak biasanya usai melakukan sholat berjamaah subuh ada panggilan begini. Entah apa gerangan tiba-tiba saja semua warga pesantren dipanggil untuk segera menuju pusat suara. Suara itu berasal dari masjid Baitul Makmur, yang merupakan pusat utama pesantren.

 Sengajaku lama-lama dan mengulur waktu, sebab yang dipanggil bukanlah aku. Namun tidak lama kemudian namaku terdengar juga oleh suara itu. Aku yang tak biasa di panggil seperti ini, seketika merasa kaget dan gugup. Kucoba mengingat-ingat kembali, siapa tahu ada suatu kesalahan yang dilakukan, namun nyatanya tidak.

 Semakin penasaran dan membuat bertanya-tanya.Awalnya aku menolak untuk memenuhi panggil itu, sebab lantaran malas untuk mengganti pakaian kembali. Akhirnya aku sengaja untuk mencari sebuah alasan dengan mondar-mandir di kamar mandi. Ya memang awalnya aku berniat untuk mandi agar badan bisa lebih segar.

Aku kira dengan cara itu aku tidak akan dipanggil lagi, namun ternyata salah.Teleponku berdering berkali-kali, namun tidak aku hiraukan sebab lagi malas untuk melayani penelpon dipagi hari. Paling juga orang nyasar yang menelpon atau mungkin penggemar rahasiaku. Jadi aku biarkan saja sampai si penelpon kapok. Dan masalah telrponpun usai, saat nya aku melanjutkan aktivitas yang tadinya tersendat alias tidak jadi dilakukan.

 Baru saja ku melangkahkan kaki menuju pintu kamar mandi. Secara seketika aku terkagetkan oleh suara yang tidak lagi asing bagiku. Suaru itu berasal dari lantai dasar asrama.

"Mas.Mas Disi," ujar suara itu.

Suara itu tetap saja bersikeras terus memanggil-manggil namaku, namun sedikitpun tidak aku hiraukan. Aku tahu itu suara siapa dan dengan alasan apa dia memanggilku. Namun aku juga merasa kasihan jika terus mengumpat seperti ini dan dengan alasan yang kurang baik. Its oke baiklah biarkan aku yang mengalah. Untuk memenuhi panggil itu akupun beranjak dari tempat persembunyian. Kuambil peci dan sebuah jaket berwarna biru, lalu kukenakan. Kakiku pun mulai melangkah perlahan menuju masjid.Dimasjid sudah ramai, terlihat semua warga memenuhi ruang masjid. 

Dengan rasa gugup aku mulai berani melangkahkan kaki memasuki beranda masjid, Bismillah.


"Ada apa gerangan ini," gumamku.


"Dari mana saja kau ini," ujar Abah.


"Tadi masih di kamar mandi bah," jawabku.


Aku yang tidak tahu menahu sebab apa semua dikumpulkan di masjid, perlahan menyimak kata demi kata yang di lontarkan sang pemimpin rapat itu. Dan ternyata ini meyangkut masalah santri beberapa hari yang lalu. Its oke aku rasa tidak ada masalahku disini dan aku yakin sebab dipanggil nya diriku yakni sebagai saksi sekaligus penasehat, sebab aku adalah pembina disalah satu kamar.

Memang beberapa hari lalu ada beberapa santri yang bermasalah, mereka kabur tanpa pamitan dengan pihak pesantren. Alhasil semuanya dikumpulkan dan disidang pagi ini.

Beberapa santri tersebut, yang memang sedang bermasalah merupakan santri binaan kamarku. Ohya aku mengerti sekarang sebab apa aku pagi ini diikutkan dalam persidangan. Aku kira masalah ini selesai kemarin dan ternyata tidak. Jadi puncak penyelesaian masalahnya pada hari ini. 

Menit demi menit berlalu, satu persatu santri mengakui kesalahan dan menuturkan sebab apa masalah terjadi. Dan ternyata itu semua sebab beberapa barang milik mereka yang hilang dan juga makanan yang diambil oleh beberapa oknum yang sampai sekarang belum ketahuan juga batang hidung nya. 

Dan itupun kesalahan mereka sebab tidak menitipkan barang-barang berharga kepada pembina asrama, sedangkan peraturan sudah menetapkan dan semua juga menyepakati agar segala apapun yang berharga milik santri untuk dititipkan kepada pembina asrama, terlecuali makanan, pakaian, dan buku.Jadi pagi ke khawatiranku pagi ini terjawab sudah. Bukan sebab sebuah masalah yang aku perbuat atapun ada masalah baru.Hanya saja semua diberi nasihat oleh pimpinan pesantren agar lebih hati-hati, disiplin waktu dan menaati peraturan yang telah disepakati.

"Hakikatnya semua kembali pada diri pribadi masing-masing. Agar tidak ada lagi kejadian terulang. Kedepan agar lebih hati-hati dan lebih ditingkatkan lagi komunikasi antar pembina dan yang dibina."Jadi semua selesai dan tak ada suatu masalah ataupun dusta diantara kita.
-------------------------------------------------------------------*Penulis merupakan penggiat literasi dan anggota Komunitas Penulis Sastra Indonesia (KOPSI).Penulis dapaf dihubungi via ;Instagram : @DisisikuDisisimuTwitter   : @Netrahyahimsa
Share:

Tuesday, April 10, 2018

Siapkah Kita Jika Kematian Menjemput?

Oleh : Disisi Saidi Fatah

Foto.Ist | Hellosehat.com

Ketika kita memperhatikan realitas kehidupan disekitar kita, tentu kita akan menemukan berbagai macam perkara, diantaranya ialah kenikmatan dan kesenangan duniawi, yang hanya bersifat sementara dan senda gurau belaka. Demikian hal itu akan mengakibatkan seseorang lalai akan Tuhan Yang Maha Agung, mereka hanyut dalam kesenangan dunia yang semu, sementara mereka lupa akan Tuhan-Nya. Mengapa demikian terjadi?
Sebab mereka hanya berlomba-lomba dalam hal keindahan dunia saja, sedangkan untuk akhirat mereka lupakan. Bahkan untuk mencapai apa yang mereka kehendaki, mereka tidak memperdulikan antara yang hak dan yang batil, antara haram dan halal, yang penting senang dan bahagia. Sehingga mereka lupa akan kematian yang sudah pasti akan terjadi, mereka terus melakukan kerusakan tanpa mau berpikir terhadap sesuatu yang sudah pasti akan tiba saatnya, yang terus mengintai setiap langkah dan hendak menjemputnya.
Sudah siapkah kita jika kematian datang menjemput? Jika belum apa yang menjadi penyebab ketidaksiapan kita? Hal ini perlu dipertanyakan kembali pada diri kita kenapa belum siap! Masih banyak hutangkah? Belum merasakan kekayaan duniawi? Atau kita belum memiliki bekal untuk kehidupan akhirat? Lha jika terus seperti ini kapan kita siapnya? Bukankah kematian itu datangnya secara tiba-tiba, tanpa ada konfirmasi terdahulu? Lha buktinya banyak yang meninggal ketika mereka sedang dalam perjalanan, sedang asyik bersama keluarga, sedang bersenang-senang, bahkan yang tadinya sehat secara tiba-tiba jatuh sakit dan langsung mati. Na’uzubillah. Wallahu alam hanya Allah yang tahu kapan kematian itu akan menjemput kita.
Sungguh, wahai saudaraku bahwa sesungguhnya setiap manusia ketika kematian tiba ia tak akan bisa lari kemana-mana, untuk berhindar dan bersembunyi, apalagi bernegosiasi kepada Allah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah An – Nisa’ ayat 78.
أَيْنَمَاتَكُونُوايُدْرِكْكُمُالْمَوْتُوَلَوْكُنْتُمْفِيبُرُوجٍمُشَيَّدَةٍ
“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu. Kendatipun kamu didalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (Q.S An-Nisa’ : 78)
Saudara-saudaraku, dunia ini penuh permainan. Harta, tahta, bahkan rupa semua adalah milik Allah semata. Sesungguhnya Allah menjadikan semua itu sebagai alat untuk menguji kita. Sebagaimana kita memperlakukan semua, apakah demi kebaikan atau justru sebaliknya? Jika iman kita kuat maka kita akan selamat dan jika iman kita lemah maka kita akan kalah dan terjerumus kedalam kegelapan dan dunia penuh dosa. Na’uzubillah, semoga kita tergolong dalam orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Dan semoga kita tergolong dalam golongan orang-orang yang siap akan kematian, apabila kematian tiba maka kita telah siap menjemputnya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Artikel ini juga dimuat di NuLampung.or.id (NU Lampung Online)

Biodata Penulis
Disisi Saidi Fatah merupakan Alumni Akademi Hypnotherapy Karya Tunas Bangsa. Pemilik akun instagram @pecandusastra96 merupakan kelahiran Gedung Harta, Lampung Tengah, 27 September.  Aktivitas sehari-hari di pesantren sebagai Guru di SMP Manba’ul ‘Ulum Way Kanan.
Share:

Friday, April 6, 2018

April Bersamamu - A L F A

Oleh : Alfa Arkana EoFataha (DSF)




        Kutarik napas dalam-dalam dari hidung, lalu perlahan kuhembuskan melalui mulut. Hal itu selalu kuulangi berkali-kali pada saat diri sedang dalam ke khawatiran dan kecemasan. Begitu pula hal serupa itu kuulangi beberapa kali pada saat perjalanan siang ini. Hatiku berdegub kencang begitu juga darah mengalir deras. Kurasa memang belum cukup stamina untuk memulai lembaran baru apalagi belum terlalu move on untuk pergi jauh dari bayang Papa. Seharusnya untuk hari ini masih istiharat di rumah agar lebih baik dan nyaman kembali. Namun aku yakin, perlahan semua akan membaik pabila sudah waktunya.

Dalam perjalanan selama tiga jam itu aku selalu terbayang akan kejadian beberapa hari lalu yang menggetarkan hati, membuat pilu, hingga meneteskan air mata. Namun dibalik semua kisah itu ada suatu hal yang membuat bahagia. Ya lagi-lagi dia selalu hadir dalam setiap langkah dan lamunanku. Jadi teringat ketika senja sore bersamanya, keliling menghabiskan waktu bersama, bercerita, dan tertawa bersama. Apalagi setiap kupandang wajah ceria pada sebuah foto dalam dompetku, foto hitam putih dengan ukuran empat kali enam itu rasanya bahagia selalu menyertaiku setiap kali pandangan terfokuskan pada foto tersebut.

Yang aneh adalah ketika orang-orang yang melihat foto itu, ketika ku membuka dompet mereka selalu bertanya mengenai apa yang mereka lihat. Ya seperti foto ini yang selalu menjadi kontroversi bagi mereka. Kebanyakan dari mereka bertanya, mengapa harus foto itu yang dipasang? Kenapa tidak foto pacar atau istri! Wah Jangan-jangan secara diam-diam kamu sudah berkeluarga dan punya anak ya! Wah parah banget. Masak iya pemuda seusia aku sudah berkeluarga dan punya anak! Jangankan untuk menafkahi keluarga, untuk pribadi saja masih jauh dari pas. Dan yang paling parah lagi, ada kawanku yang bilang, eh kamu norak banget ya benar-benar gak up to date. Sekarang jaman moderen dan jaman canggih enggak perlu lagi nyimpan foto di dompet.  Yah terkadang kalau kita mengikuti apa yang mereka katakan pada kita, semua enggak akan cukup dan enggak pernah terpuaskan. Apalagi kita bukan alat pemuas hehe.

Ohya bay the way hari ini aku sangat bahagia sekali lho, meski tubuh masih kurang fit akibat selalu teringat kejadian pagi itu. Senang sekali rasanya, akhirnya doa-doa yang selalu terselipkan dalam setiap hembusan napas pada istigkhoroh beberapa waktu lalu diijabah sama yang kuasa, Allah azza wajalla. SubhanAllah, bersyukur kebaikan Allah selalu ada dan selalu menyertai setiap langkah.

ᴥᴥᴥᴥᴥ

Usai sholat jum’at, tepat pada pukul 13,35 Wib aku tiba di pesantren. Rumah baruku selama setahun kedepan, aku berharap ini adalah jalan terbaik yang Allah berikan untukku, selain bisa dekat dengan Alfa aku berharap ilmu yang aku dapatkan bisa lebih bermanfaat lagi disini.
Bismillah, dengan tekad kuat dan penuh semangat kubuka kaca jendela mobil lalu kuhirup perlahan demi perlahan udara segar pesantren dan kurasakan kenyamanan dan kenikmatan yang Allah berikan, yang selalu mengajakku untuk selalu mensyukuri atas nikmatnya. SubhanAllah benar-benar luar biasa sekali, ternyata aku benar-benar telah berada di pesantren. Kubuka pintu mobil dan melangkahkan kaki keluar, kupandangi sekitar pesantren.

 Setiap liku dan sudut tak sedikitpun terlewatkan.
Ada sesuatu yang membuat bingung diriku dan bertanya-tanya! Kucoba mengucek-ucek mata dan mencubit kedua pipiku dan itu terasa sakit. Berarti aku benar-benar dalam keadaan sadar bukan sedang berada didunia mimpi. Kedua bola mataku tak henti berkeliling, dengan sigap dan cepat menangkap informasi, namun tidak juga kutemukan jejak-jejak kehidupan.

“Ada apa ini. Sepi sekali suasana pesantren. Tidak seperti biasanya,” gumamku dalam hati.

Hal itu semakin membuat bingung diriku. Apalagi ketika seseorang dari arah belakang yang tiba-tiba hadir dan menyadarkanku. Sontak diriku terkaget olehnya.

“Mas,” tegur suara itu.

“Astaghfirullahhaladzim,” sontak ku terkaget dan tersadar olehnya. Dan segeraku menoleh kearah belakang dimana suara itu berasal.

“Mas. Apakah ini benar tujuan kita.”

“Iya benar pak. Maaf telah menunggu lama.”

Ya ampun suasana ini benar-benar membuatku lupa. Aku lupa bahwa telah sampai di pesantren dan lupa jika aku diantar oleh trevel. Untung saja si sopir trevel tidak marah dan bersabar menungguku sejak tadi. Usai membayar trevel dan mengeluarkan barang-barang dari mobil, aku perlahan melangkahkan kaki menuruni anak tangga menuju asrama, sebuah gedung tempat dimana biasa aku tempati dan disana aku berjumpa dengan seorang santri. Ternyata santriwan dan santriwati beserta ustadznya sedang mengikuti acara disebuah masjid didekat pesantren, hanya beberapa saja yang tinggal menjaga pesantren. Pantas saja sepi.

Ini akan menjadi sebuah kejutan untuk Alfa dan teman-teman yang sedang menantikan kehadiranku. Kemarin ketika aku chatting dengan Ustadzah Imsa, dia bilang anak-anak menanti kehadiranku segera. Tapi yang membuat senang hatiku bukanlah kejutan tersebut, akan tetapi keindahan bulan April. Ya April akan selalu terkenang sebagai langkah memulai lembaran baru dan awal kebersamaan dalam persahabatan.


---------------------------------------------------------------------------------------

Juli Bertemu April Bersatu



Juli Bertemu
Agustus dan September mulai akrab denganmu
Oktober, November, dan Desember
Berlalu dengan bayang semu
Januari, Februari , Maret
Aku mulai rindu
Lalu April. Allah berikan waktu untuk bersatu
Mei dan Juni. Suka cita kulalui bersama denganmu

Selamanya kita bersama, mengarungi samudera dan cakrawala
Meraih mimpi-mimpi pada dunia



----------------------------------------------------------------------
*Alfa Arkana Eounoia bernama asli Disisi Saidi Fatah merupakan Alumni Akademi Hypnoterapy Karya Tunas Bangsa, Sumatera Selatan. Pemilik akun instagram @DisisikuDisisimu pengagum sholawat Habib Syech AA Assegaf dan penyuka ulama sastra KH Ahmad Mustafa Bisri (Gus Mus) serta Ust.Yusuf Mansyur dan Aktor Ananda George. Suka Puisi, sastra, dan kamu ❤
Share:

Sunday, April 1, 2018

Hijrah - Alfa Arkana Eounoia

"Hijrah"

Oleh : Alfa Arkana Eounoia (DSF)


Ilustasi.Ist | Gambar oleh Google


"Sebenarnya aku tak ingin berpisah, namun cepat atau lambat tetap kita akan berjumpa dengan perpisahan yang memang terkadang membuat sakit dan terluka."


           Aku tahu ini mungkin sakit, sebab tak lama lagi bersama dengan mereka (orang yang aku sayang), aku akan pergi meninggalkan semua untuk memulai perjalanan dan kehidupan baru. Sebenarnya aku tak ingin berpisah, namun cepat atau lambat tetap kita akan berjumpa dengan perpisahan yang memang terkadang membuat sakit dan terluka. Bukan aku tidak mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan. Aku sangat bersyukur dan bahagia bersama orang-orang disekitar yang Allah hadirkan dengan penuh warna dan cerita.

          Setelah mendapat kabar baik dari abah beberapa hari lalu. Aku benar-benar berpikir dengan matang dan membulatkan tekad serta mengambil keputusan yang ril.
Sebab aku tak ingin menyesal dan salah dalam mengambil keputusan. Kemarin aku sudah bicarakan hal ini baik-baik kepada ibu dan keluarga di kampung dan mereka menyetujui hal itu selagi itu baik untuk aku dan tidak merugikan semua pihak.
          Its oke jadi malam ini aku memberanikan diri untuk memulainya. Sebab masih ragu dan merasa gugup untuk mengajak papa ngobrol bareng, aku mengajak beliau melalui pesan singkat yang intinya adalah meminta sedikit waktu beliau untuk bersamaku malam ini. Sebab ada beberapa hal yang ingin kukatakan kepada beliau.

       Aku tergugup malu duduk disamping papa diruang tamu. Sengaja beliau buatkan dua cangkir kopi hangat untuk menemani  obrolan kami agar suasana bisa tenang dan santai. Aku masih terdiam, tertunduk diam. Namun aku merasa sedikit tenang berada disamping Papa.

        “Kak. Melamun saja, monggo diminum kopi nya,” ujar Papa memulai pembicaraan sembari merangkul pundakku.

        Aku merasa sangat nyaman berada dalam rangkulan Papa, meski beliau bukanlah orang tua kandungku namun bagiku beliau sudah lebih dari itu. Kebaikan dan kasih sayang nya aku bisa rasakan semua meski tak sebesar kasih sayang kedua orang tua kandung.

Aku merasa sakit sekaligus sedih untuk memulainya, kurangkul tubuh beliau dan kupeluk erat-erat. Masih tercium keharuman yang mampu mencairkan susana, sebagaimana yang membuatku selalu merindu untuk selalu bersama. Tak terasa air mata berjatuhan tak dapat terbendung olehku.

   “Pa. Maafin kakak ya. Kakak selalu membuat Papa marah dan selalu mengecewakan Papa,” tuturku sembari memeluk erat tubuh Papa.

    “Ada masalah apa kak. Kok terbata-bata seperti itu?”

   “Ceritakan pada Papa. Ada apa?”

Kutatap wajah Papa, dengan lamat-lamat kutatap tajam matanya yang tenang dan berwibawa. Dari pandangan matanya aku rasa beliau bersedia menerima semua keluh kesahku dan tak sabar untuk mendengarkan nya. Matanya berkedip menandakan bahwa beliau ingin segera mendengarkan keluh kesah itu.

“Pa. Maafin kakak ya. Papa enggak marah lagikan dengan kakak?”

“Lha marah kenapa. Kakak kan tidak melakukan kesalahan!”

“Papa masih maukan bersahabat dengan kakak?”

“Iya nak. Memangnya ada apa.”

“Kakak takut jika nanti Papa marah dan pergi. Pa, kakak ingin pulang dulu dan mencari susana baru. Tidak apa-apakan pa?”

“Papa enggak marah. Ya selagi itu baik buat kakak dan bisa bertanggung jawab. Mengapa tidak?”

“Bukankah begitu nak!” ujar Papa sembari merangkul tubuhku kembali dan mengusap keningku.

Papa benar-benar orang yang luar biasa dalam hidupku. Meski aku bukanlah anak kandung, namun bagi papa aku sudah seperti anaknya sendiri. Kasih sayangnya sama terhadap aku dan anak-anaknya, tak pernah beliau membeda-bedakan perlakukan dan sikap. Hanya saja usia yang membedakan diantara aku dan anak-anaknya.

Hari-hari akhir kuhabiskan untuk selalu bersama Papa. Aku tahu Papa pasti sedih dan merasa sangat kelihangan sebab begitu cepat aku akan pergi meninggalkannya. Wajahnya tak seindah dan sebahagia lalu yang selalu berseri ketika bersama. Ya mungkin saja beliau lelah sebab banyak aktivitas. Jadi pagi itu kupijat kaki dan pundak beliau untuk terakhir kalinya.

Hingga pada saat yang tiba. Waktu itu menunjukkan pukul 03.30 Wib. Papa mengetok pintu kamar, memberitahu agar aku bangun dan segera siap-siap sebab kendaraan yang akan aku tumpangi sudah menuju terminal. Segera kubergegas membereskan semua. Kulihat Papa sedang sibuk dibelakang mempersiapkan hidang untukku.

“Kakak makan dulu. Papa sudah siapkan semua untuk Kakak.”


Ya Allah, ternyata benar Papa tak sedikitpun marah kepadaku. Persahabatan yang sudah terjalin hampir setahun lebih ini menyisakan banyak kenangan dan keindahan. Papa sungguh luar biasa.
Subuh itu menjadi kenangan terakhir bersama Papa. Aku tak sanggup dengan keadaan ini tak kuat menahan air mata. Kupeluk papa erat-erat untuk terakhir kali sembari mengecup kedua pipinya.

“Pa. Maaf ya untuk semua kesalah dan khilaf kakak. Papa adalah yang terbaik, jangan pernah lupa dengan kakak. Sehat selalu pa,” kata-kata itu terucap dari bibirku untuk terakhir bersama beliau yang selama ini menjadi guru, sahabat, dan orang tua bagiku.
Semoga dengan ini semua menjadi lebih baik dan gemilang total.


-------------------------------------------------------------------
*Alfa Arkanan Eounoia (DSF) merupakan mahasiswa semester tiga jurusan Ilmu Komunikasi disalah satu perguruan tinggi di Lampung.
Memiliki hobi membaca, menulis, serta jalan-jalan dan mencoba hal baru. Aktif dikegiatan sosial budaya dan kemanusiaan. Memiliki motto "Bermanfaat untuk sesama. Berbagi dan berkarya dalam ranah kehidupan dan kemanusiaan yang setara dan seadil-adilnya."
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive