Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Monday, April 6, 2026

Tentang Hati yang Terbelah dan Rindu yang Belum Tuntas

Dermaga saksi bisu langkah kaki yang kembali mengembara, membawa rindu yang belum tuntas di balik birunya laut. (Sumber: Dokumentasi Pribadi/Disisi)


 Duduklah sejenak, kawan. Ambil napas dalam-dalam sebelum jemarimu kembali menari di atas papan ketik atau menggenggam kemudi di tengah riuh rendah klakson kota. Apakah hari ini punggungmu sudah mulai terasa penat oleh tumpukan berkas? Ataukah kakimu sudah kembali akrab dengan aspal panas dan sesaknya gerbong kereta yang seolah tak pernah tidur?

Share:

Sunday, March 29, 2026

Tentang Mereka yang Menjadi Alasan untuk Pulang

Perjalanan mudik 2026. Dokpri/Disisi@26.


Oleh: Disisi Saidi Fatah (Cendekia Al Azzam)


 Ada sebuah getar yang tak pernah bisa dijelaskan oleh kata-kata saat roda kendaraan mulai menyentuh aspal tanah kelahiran. Bagi kita yang menghabiskan ratusan hari di tanah rantau, mudik bukan sekadar perkara berpindah tempat atau ritual tahunan menghabiskan jatah cuti.

Share:

Tuesday, February 17, 2026

Tawaqufan, Ramadan, dan Air Mata Syukur

Di lingkar majelis sederhana ini, nasihat mengalir pelan, menguatkan hati yang ingin pulang pada kebaikan. - Kenangan 7 hari wafat istrinya sahabat majelis - Mas Joko di Citeureup. (Dokpri/Disisi).


 Malam Ahad itu, aspal jalanan menuju Kampung Nameng, Desa Bantar Kuning, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, terasa seperti bentangan sajadah yang panjang. Namun ada yang berbeda kali ini. Aku tidak duduk di depan, melainkan di jok belakang motor milik Abah.

Share:

Tuesday, January 20, 2026

Puisi: Air Langit di Ujung Sajadah

Tiap ayat Al-Waqiah & Ikhlas kuniatkan untukmu. Biarlah ia turun bak hujan, membasahi jiwamu hingga kembali segar. (Picbest).
Share:

Memetik Cahaya di Cicadas: Tentang Khidmah, Rindu, dan Wajah Guru

Moment foto bersama guru kami Habib Musthofa bin Yahya (Koko Marun) dan Abah Ust. Mahfudin bin H Alif Yunus (Gamis Sage). (Dokpri/Farid).


Ada sebuah kebahagiaan yang sulit didefinisikan dengan kata-kata; sebuah rasa yang hanya muncul ketika bibir menyentuh tangan seorang guru, atau saat aroma nasi liwet yang kita tanak sendiri di dapur mereka mengepul hangat untuk menyambut tamu-tamu shalih.

Share:

Saturday, December 20, 2025

Sorban Biru Langit

 Sebuah Puisi dari Disisi Saidi Fatah

Share:

Monday, September 22, 2025

Mengabadikan Moment Bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Momen foto bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. (Dokpri/Fadillah).


Setiap orang pasti memiliki momen “one in a million” dalam hidupnya. Sebuah peristiwa langka yang membuat kita tertegun dan merasa seluruh keberuntungan dalam setahun habis dalam satu hari.
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive