Saturday, April 11, 2020
Move On Membawa Berkah
Penggalan kisah yang termuat dalam buku bersama "Setiap Kata Adalah Do'a" Penulis Muda Indonesia.
Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)
Tidak pernah ada dalam mimpiku untuk pergi jauh dari orang-orang kesayangan, terutama kedua orang tua dan keluarga. Tidak pernah ada dalam bayangan jika aku akan sampai disini, di tanah rantau pada negeri orang. Bukankah aku adalah orang yang tidak bisa untuk jauh dari mama?
Berawal Dari Optimis Bisa
![]() |
| Pixabay. Ist |
Cerita kedua yang termuat dalam buku "Setiap Kata Adalah Do'a" Karya Penulis Muda Indonesia
Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)
Semua berasal dari sebuah kata, yang secara perlahan tumbuh pada alam bawah sadar dan merubah pikiran dan perasaan. Aku tidak tahu bagaimana proses berlangsungnya, yang jelas semua berasal dari sugesti yang positif, ya begitulah orang-orang besar mengatakan.
Essai : Kartini Dimata Pemuda
Oleh : Disisi Saidi Fatah
Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat Raden Ayu Kartini (R.A Kartini) merupakan sosok wanita pribumi dari keturunan bangsawan, anak ke lima dari sebelas bersaudara yang lahir di Jepara, pada 21 April 1879. Seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia, yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan pribumi. Wanita yang sangat antusias dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Namun sayang, sebab keharusan orang tua, Kartini hanya boleh menimba ilmu hanya sampai sekolah dasar saja, sebab ia harus di pingit. Kartini merupakan wanita yang sangat gemar membaca dan menulis, oleh sebab itu dan tekad bulad untuk mencapai cita-citanya. Ia mulai mengambangkan bakat dan ilmunya dengan belajar menulis dan membaca bersama teman sesama perempuan nya. Saat itu juga ia belajar bahasa Belanda, berkat itu ia mulai belajar sendiri dirumah dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Dari situlah timbul keinginnannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Oleh orang tuanya, Kartini dijodohkan dengan Bupati Rembang yakni; K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Perjuangan Kartini tidak berhenti disitu saja, beruntung Kartini memiliki suami yang selalu mendukung akan cita-citanya untuk memperjuangkan pendidikan dan martabat kaum perempuan. Sebab mengerti akan keinginan Kartini, K.R.M Adipati (suaminya) memberikan kebebasan dan dukungan untuk mendirikan sekolah wanita disebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang, atau sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
R.A Kartini adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri dihati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, ia mampu menggugah kaumnya dari terbelunggu diskriminasi.
Kartini Dimata Pemuda
Kartini adalah seorang wanita biasa yang memiliki karier luar biasa pada masanya, bahkan sampai saat ini masih tertinggal jerih payah dan perjuangannya. Ia adalah wanita yang pemberani dalam memperjuangkan kesetaraan dan derajat wanita atau yang lebih sering kita kenal dengan perjuangan emansipasi wanita.
Dengan pena ia menuliskan surat-surat yang bertujuan untuk membuka pikiran bangsa Indonesia, bahwa seorang perempuan layak menyandang pendidikan tinggi, seorang wanita seharusnya tidak wajib dinikahkan pada usia belia, yang pada dasarnya mengecap bangku pendidikan yang sepadan dengan usianya. Wanita berhak berkarir tinggi, wanita juga berhak mendapatkan kebebasan dan kesamaan baik dalam kehidupan maupun dimata hukum.
Alhamduillah, dari perjuangan beliau yang hanya dengan sebuah pena dan kertas, ia mampu membuat wanita Indonesia mendapatkan kebebasan untuk berpendidikan dan berkarir tinggi. Ia juga sosok yang menginspirasi banyak wanita untuk lebih peduli terhadap pendidikan, membangkitkan semangat dalam menuntut ilmu, dan memberikan pandangan yang luas pada dunia bahwa perempuan mampu menjadi promotor.
Teruntuk Wanita-Wanita Nusantara
Seorang wanita harus berpikiran luas sebagaimana R.A Kartini, beliau memberikan peluang untuk wanita Indonesia guna mempertahankan martabatnya sendiri. Sebagai wanita yang menghargai perjuangan, kita harus cerdas apalagi wanita-wanita dalam generasi milenial. Sebab generasi milenial memiliki pandangan dan pola pikir yang luas.
Pada dasarnya wanita itu istimewa, ia membawa kehormatan dan martabat bagi keluarga. Sudah seharusnya generasi sekarang bisa untuk lebih serius lagi dalam hal belajar. Sebab masih sangat sulit bagi beberapa orang untuk mengenyam pendidikan dibangku sekolah. Jika kita diberikan kebebasan dalam hal belajar, maka belajarlah dengan sungguh-sungguh dan jika kita diberikan kebebasan dalam hal bekerja, maka bekerjalah dengan sebaik mungkin. Yang paling penting adalah hal dalam bergaul, kita boleh mencari teman sebanyak-banyaknya selagi ia memberikan hal yang positif. Jagalah apa yang ada pada diri kita tanpa harus merusaknya.
Teruntuk wanita-wanita diseluruh penjuru dunia, terkhususnya Indonesiaku. Aku tahu setinggi apapun pendidikan seorang wanita. Tetap ia akan berakhir dalam ranah keluarga dan menjadi seorang ibu rumah tangga, namun jangan jadikan hal tersebut sebuah alasan untuk berhenti mencari ilmu, ketahuilah generasi cerdas itu terlahir dari orangtua yang cerdas.
Berpendidikanlah setinggi yang bisa kita gapai, jadilah wanita yang cerdas sekalipun berpofesi sebagai seorang ibu rumah tangga. Sebab wanita harus memiliki pengetahuan yang tinggi setidaknya ia bisa mendidik dan memberi pengetahuan pada anak-anaknya. Namun jika kita berhenti mencari ilmu, lantas apa yang akan kita berikan untuk anak kita nanti?
Teruntuk wanita-wanita penyandang disabilitas ataupun wanita-wanita yang sedang berjuang diluar sana dalam melawan penyakit yang tak kunjung sembuh. Kuatlah, sebab engkau adalah wanita yang kuat, teruslah berjuang untuk masa depan. Penyakit bukanlah sebuah alasan untuk menunda kesuksesan dan penghalang untuk terus mengenyam ilmu pendidikan. Teruslah tersenyum menebar kebaikan, raihlah ilmu dimana dan kapanpu itu, sebagaimana pesan ibu kita Kartini dalam filosofinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Percayalah setelah sakit akan ada kesenangan, badai pasti akan berlalu dan setalah badai berlalu akan muncul pelangi yang indah dilangit jingga. Dan setelah kegelapan akan ada cahaya yang bersinar dengan terang benderang.
Islam Nusantara Bukanlah Sebuah Kepercayaan Baru

Oleh : Senja Jingga Purnama
Instagram : @pecandusastra96
"Pernahkan kita beristighfar dalam hati? Jika pernah, selamat saya ucapkan, sebab disaat kita membaca istighfar dalam hati maka disaat itu pula Allah telah melihat hati kita. Mari bersihkan hati kita dari segala keburukan, terutama berburuk sangka. Yang kita anggap benar, belum pasti benar kebenarannya dihadapan Allah. Begitupun sebaliknya, apa yang kita anggap salah, belum tentu salah dihadapan Allah. Sebab kebenaran hanya milik Allah semata"
Lihatlah!
Berikut adalah puisi-puisi karya Senja Jingga Purnama (SJPurnama) @pecandusastra96
Lihatlah
Lihatlah!
Bulan yang bersinar terang malam ini
Langit membiru kelam menemaninya
Secangkir kopi
Menemani malamku menikmati sinar rembulan itu
Menyambangi kenangan yang terukir indah dalam memori
Masihkah kau ingat masa itu?
Kau tersenyum menatapku
Kita bersua menghabiskan malam, bercengkrama
Hingga larut malam, angin menusuk sampai tulang berulang
Barulah kita memejamkan mata dengan selimut cinta
Yah. Mungkin semua hanya tinggal memori usang
Yang menjadi kenangan
Bumi Ramik Ragom, 12 November 2019
Penantian Panjang
Tak lama lagi panantian panjang akan segera usai
Debu jalanan juga musim gugur akan tergantikan
Kerutan pada bibir dan kening itu
Kupastikan segera berakhir dengan senyum merekah penuh bahagia
Benih yang kau tanam pada rahim wanita yang kau sayang
Akan segera tumbuh subur, berpijak pada tanahnya tuhan
Akan terhiasi warna-warni hari oleh sang buah hati
Tak lagi ada kegelisahan, kesedihan, juga kesendirian
Lihatlah!
Terik panas matahari mulai surut
Awan menggumpal menjelma hujan, mengiringi isak tangis sang buah hati
Menyambut tamu dari sang ilahi
Kelak malaikat kecil itu yang akan menjadi penolongmu
Sebagai lentera penembus kegelapan
Penghancur kedzaliman
Penegak kebenaran
Lampung, 06 November 2019
Sandiwara Apa?
Mungkin sikapmu bisa kau manupulasi
Tutur bahasamu yang seolah tak senang terhadap diriku
Namun kau tak akan pernah mampu
Untuk membohongi segenap rasa yang sudah kau tanamkan dalam hati kecilmu
Aku tahu kau cinta
Hanya saja kau pura-pura tak suka
Sudahlah sudahi saja sandiwara
Jujur saja atas segala rasa
Bumi Ramik Ragom, 8 Oktober 2019
Aku Heran
Tapi mereka lupa bahkan sama sekali tak tahu apa makna yang terkandung di dalamnya
Teriak takbir secara lantang
Tapi lupa makna dari takbir itu sendiri
Allahuakbar Allahuakbar
Tapi malas-malasan ketika Allahuakbar itu dikumandangkan
Allahuakbar Allahuakbar
Laailahaillallah
Yang tidur semakin nyenyak
Yang cari nafkah semakin lalai, dengan dalil lelah, cape dan sebagainya
Tanpa ragu dengan lantang mengucapkan Laailahaillallah
Dengan dalil jihad fii Sabilillah
Tapi lupa makna Laailahaillallah itu seperti apa?
Sholat sering lupa, puasa malas-malasan, shodaqoh apalagi!
Lalu jihad seperti apa yang kau namakan
Jihad atas siapa?
Aku heran
Sangatlah heran
Bumi Ramik Ragom, 23 Juli 2019
Sumber : NU Lampung Online
_________________________________________________
Disisi Saidi Fatah merupakan pria berdarah Lampung yang hobi membaca dan berpuisi. Pria penyuka warna biru ini menghabiskan waktunya bersama organisasi; ia aktif di berbagai organisasi kepemudaan. Diantaranya; Ikatan Pelajaran Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Way Kanan, dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Way Kanan. Kenal dunia literasi sejak tahun 2016 dan hobi menulis puisi sejak patah hati.











.jpeg)
.jpeg)



