Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Search Bar

Saturday, February 22, 2025

Jika Seks itu Tabu, Lantas Bagaimana Orang Mendapatkan Edukasi Tentangnya?

 

Buku Sebab Kita Semua Gila Seks. Foto diambil oleh pribadi. 2022. Ist


Oleh: Cendekia Al Azzam 


Pengetahuan seks yang benar membuat seseorang lebih bertanggung jawab dan tahu risiko hubungan seks itu sendiri


 Membahas tentang seks, mungkin bagi kebanyakan orang hal itu adalah sesuatu yang nggak nyaman, bahkan menjadi aib yang tidak pantas untuk dibicarakan. Apalagi jika orang yang membicarakan hal itu, sehari-harinya terlihat sebagai sosok yang ramah, religius, dan kalem. Orang-orang pasti akan menilai dirinya dengan berbagai macam perspektif.


Hal ini menurut saya dikarenakan seks itu sangat tabu di lingkungan kita. Sehingga untuk membicarakannya menjadi bagian yang 'nggak nyaman'. Padahal, seks itu sangat penting untuk dibicarakan sebagai edukasi. Terlebih pada era saat ini begitu banyak kasus-kasus yang akhir ini berseliweran melalui media.


Pengetahuan seks yang benar membuat seseorang lebih bertanggung jawab dan tahu risiko hubungan seks itu sendiri. Dalam hal ini, orang tua menjadi sosok yang paling tepat untuk memperkenalkan dan memberikan informasi mengenai seks kepada anak-anak.


Sebaik-baiknya edukasi seks memang harus dilakukan oleh orang tua, tentu dengan cara yang benar. Orang tua harus membangun percakapan terbuka dan jujur dengan anak-anak tentang seks, terutama memandang perkembangan seksual sebagai bagian normal dari tumbuh-kembang anak sebagai manusia seutuhnya. Diskusi tentang seks juga harus menjadi proses berkelanjutan, bukan pembicaraan satu kali, ditutup-tutupi, atau malah disembunyikan dalam ayat-ayat suci agama.


Kita saat ini hidup di masa (generasi) yang penuh dengan keingintahuan yang tinggi, ditambah teknologi yang kian canggih, mengiringi pertumbuhan generasi-generasi kita. Nah, hal ini (seks), jika seseorang tidak mendapatkan pengetahuan (edukasi) dari sedini mungkin, cepat atau lambat dia akan mencari tahu dengan sendirinya. Mengingat teknologi yang kian canggih, apapun yang ingin kita ketahui sudah pasti ada di sana. Sehingga, hal inilah yang menyebabkan seseorang salah kaprah dalam memahami seks itu sendiri. Akhirnya dia pun terjerumus dalam pembelajaran yang salah (bisa menjadi korban/pelaku seks).


Dalam buku "Sebab Kita Semua Gila Seks" yang diterbitkan melalui EA Books tahun 2021, Ester Pandiangan berbagi pengetahuan dan pengalamannya melalui tulisan-tulisan yang ringan dan mungin juga nyentrik bagi sebagian kita.


Setebal x + 216 halaman, buku ini ditulis dari sudut pandang seks yang baik dan buruk oleh penulis. Terbagi empat bagian utama; akibat menabukan seks, menikmati seks setara, penyakit kelamin mengintaimu, dan bagaimana laki-laki memburu seks.


Buku ini memberikan pelajaran bagi kita, betapa penting pengetahuan seks itu bagi kita, terutama anak-anak, agar kita tidak salah kaprah. Setiap bab dalam bukunya, menyajikan pemahaman-pemahaman yang sangat berguna, terutama tentang mengapa seks itu perlu diedukasikan dan sebab-akibat dari pembelajaran seks yang salah.


Meski demikian, buku ini diperuntukkan bagi pembaca yang usianya sudah memasuki tujuh belas tahun hingga ke atasnya ya. Sebab, dalam buku ini mengandung kata-kata yang hanya dapat dipahami oleh orang dewasa, pun disertai beberapa gambar yang vulgar.


Akan tetapi, melalui buku ini juga penulis ingin menyampaikan kepada para pembaca, bahwa edukasi seks itu sangat penting, bahkan harus dilakukan sejak usia dini, agar para generasi (terutama anak-anak) memahami batas-batas pergaulan dan mendapatkan pemahaman yang baik, sehingga tidak salah kaprah dan bergaul di lingkungannya. 


Informasi Buku:


Judul: Sebab Kita Semua Gila Seks

Penulis: Ester Pandiangan

Penerbit: EA Books

Tahun Terbit: 2021

Jumlah Halaman: x+216



Share:

Thursday, February 20, 2025

Menanam Cabai Untuk Ramadhan, Efektifkah Saat Ini?

 

Budidaya Cabai Merah. Foto Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Ngawi. Ist


           Baru-baru ini kita semua dikagetkan dengan statement dari salah satu Menteri di Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia saat ini, Bapak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka - perihal ajakannya kepada masyarakat untuk menanam cabai guna mengantisipasi kelonjakan harga yang diperkirakan akan naik pada bulan suci ramadhan mendatang.

Share:

Monday, February 10, 2025

Sajak-Sajak Patah di Pertengahan Februari

Gambar hanya pemanis. Milik pribadi dan diambil melalui Redmi Note 14©2025

Share:

Friday, January 31, 2025

Syair Rindu di Tengah Musim Hujan

Hujan malam hari. Foto oleh Pecandu Sastra©2025. Ist


Rindu Sendu

Share:

Saturday, January 25, 2025

Selamat Ulang Tahun Sahabat Kecil


Selamat ulang tahun kecilku. Dokpri©2025. Ist

Share:

Thursday, January 23, 2025

Sebuah Persembahan Untuk Vinza

Gambar hanya pemanis, lagi nggak mood nyari gambar lain. | Diambil lewat smartphone pribadi di suatu malam di bulan Januari.



Vinza

Share:

Wednesday, January 22, 2025

Layang-Layang dan Terima Kasih Waktu

 

Sumber foto: pxhere


Layang-Layang



Minggu pagi aku ikut Ayah pergi ke pasar

Di sana aku dibelikan sebuah layang-layang

Sore harinya kami pergi ke tanah lapangan

Menerbangkan layang-layang


Ayah bilang,

Untuk terbang, layang-layang butuh tali yang panjang

Butuh angin menemaninya melayang di udara

Butuh orang untuk memegangnya agar bisa diterbangkan

Dan harus dikendalikan agar terbangnya teratur


Baca juga: Titip Rindu


Seperti kita,

Untuk mencapai sesuatu, butuh waktu dan proses yang panjang

Butuh doa, dorongan, dan ridho dari orang tua

Harus berpegang teguh kepada Tuhan Yang Maha Esa

Dan harus bisa mengendalikan diri agar tidak jatuh ke jalan yang salah


Lampung 2024


Terima Kasih Waktu


Terima kasih waktu

Telah hadir dalam hidupku

dan menjadi bagian cerita dalam keluargaku


Baca juga: Anak Itu Arfan Namanya!


Aku senang,

Besar dan tumbuh bersama ayah dan bunda

Di kelilingi cinta juga kasih sayang

dan tak pernah merasa kurang


Saban hari

Pelukan kehangatan selalu diberikan

Selalu terjaga oleh keamanan kasih dan sayang


Aku sangat bersyukur

Ayah bunda selalu ada

Setiap aku membutuhkan dekapan dan pelukan

Ayah bunda selalu ada


Lampung, 2024


***Puisi anak, dibuat khusus untuk dedikasi kepada seseorang. Semoga bermanfaat. Terima kasih telah mampir. Silakan dibagikan, halal.


Baca juga: Di Penghujung Mei

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive